Kubar Harus Memulai Gerakan Pembayaran Non Tunai

  • Rabu, 15 September 2021 - 07:35:04 WIB
  • Administrator
Kubar Harus Memulai Gerakan Pembayaran Non Tunai

TP2DD -Bupati FX Yapan didampingi Kepala Bapenda Kubar Dan Kepala Bankaltimtara Cabang Sendawar membuka langsung rapat TP2DD dan Sosialisasi gerakan Non Tunai  Percepatan Perluasan ETP di Kubar.

SENDAWAR – Dalam rangka mempercepat  implementasi digitalisasi transaksi keuangan daerah, sesuai Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah. Pemkab Kubar harus melaksanakan gerakan pembayaran non tunai dalam upaya percepatan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) dan jika ada kendala akan terus kita evaluasi.

Perkembangan penerapan teknologi informasi dan ekonomi digital yang menunjukan tren yang meningkat perlu disikapi termasuk oleh Pemkab Kubar. Hal tersebut disampaikan Bupati FX Yapan SH ketika memimpin rapat koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) yang dilaksanakan di ruang Koordinasi kantor Bupati lantai III, dan diikuti PD dan kecamatan di lingkungan Pemkab Kubar secara virtual. Turut hadir Kepala Bapenda dan Kelapa Bankaltimtara Cabang Sendawar,Selasa (14/9) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Bupati FX Yapan juga menyampaikan berdasarkan Keputusan Presiden tentang Satuan TP2DD, perlu kita ketahui sasaran kegiatan adalah memberikan pemahaman mengenai cara pembayaran dari tunai ke non tunai, peningkatan efektifitas dan efisiensi pelayanan publik dan mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tentu saja ketiga hal tersebut dapat tercapai jika peran serta seluruh pihak yang menjadi bagian dari Tim ini maksimal diberdayagunakan.

Bupati juga menginginkan semua peserta yang hadir langsung maupun secara virtual dapat meningkatkan sinergitas untuk mensukseskan agenda ini. Dengan kerjasama dan koordinasi yang lebih intens, besar harapan saya untuk dapat meminimalisir hambatan-hambatan yang muncul di lapangan. Sebab menjadi tantangan  tersendiri karena mengubah kebiasaan dari transaksi tunai menjadi transaksi non tunai, pastinya akan ada pro dan kontra tetapi semoga tidak menjadi hambatan kedepannya.

Terkait Gerakan Nasional ETP yang disosialisasikan, tentu saja menjadi harapan kedepannya  bahwa jika sudah program ini sudah terealisasi dengan tepat dan benar maka dapat meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah serta mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat guna mewujudkan keuangan yang inklusif terutama di masa pandemi, karena kegiatan transaksi digital mendorong masyarakat tetap bertransaksi tanpa melakukan kontak langsung, yang mana hal tersebut juga dapat meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Sekali lagi Bupati menghimbau kepada seluruh pihak yang mengikuti kegiatan ini dapat memanfaatkan forum ini secara optimal, terkhusus pada sesi pemaparan materi dan tanya jawab untuk meningkatkan kualitas SDM kita dalam program yang bagus tersebut.

Lebih lanjut Bapenda, OPD lainnya yang terkait bahkan Camat dapat lebih gencar melaksanakan sosialisasi di masyarakat sehingga masyarakat lebih cepat mengetahui dan memahami mekanismenya jika program ini sudah siap untuk diluncurkan. Berikutnya kepada Kemendagri melalui Direktorat Pendapatan Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah, Tim P2DD Nasional dan Provinsi, Bank Indonesia dan Bankaltimtara kiranya dapat mendukung penuh dan memberikan masukkan yang sangat berarti agar kedepannya Pemda Kubar siap merealisasikan program tersebut didalam masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bapenda Kubar Yuli Permata Mora SE M Si muturkan rapat hari ini merupakan tindaklanjut setelah Terbentuknya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah maka Tim menyusun Draft Rencana Aksi dimana didalamnya terdapat Unsur Perencanaan dan Pelaksanaan kegiatan yang dilanjutkan dengan Pembentukan Tim Internal Kesekretariatan.

Jalinan sinergitas Tim P2DD terus ditingkatkan dengan seluruh pihak terkait sehingga hari ini dilaksanakan Rakor  TP2DD dan Sosialisasi ETP agar Implementasi di lapangan dapat memenuhi target dengan kesiapan yang sangat matang dalam mensukseskan program nasional tersebut.

Terkait  Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP), Tim juga telah melakukan survey perkembangan ETP Kabupaten Kutai Barat.Transaksi Digital direncanakan menggunakan aplikasi QRIS, kedepannya  Pilot Proyek QRIS adalah Disdagkop (Retribusi Pelayanan Pasar) dan Dishub (Retribusi KIR).

Kepala Bapenda  juga menambahkan, sebelum Launching Program tersebut yang direncanakan pada November mendatang, Tim akan melakukan berbagai persiapan di antaranya mengumpulkan data dan informasi terkait belanja dan pendapatan Pemda(transaksi tunai dan non tunai), melakukan analisis dan identifikasi hambatan, melakukan langkah-langkah penyelesaian hambatan, menyusun rekomendasi kebijakan, menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas TP2DD  semester I yang dilaporkan ke pusat dan provinsi, memantau perkembangan dan perluasan ETP, melakukan pendampingan terhadap OPD pemungut pendapatan daerah yang masih mengalami hambatan, uji coba dan pemeriksaan akhir persiapan launching ETP, membuat laporan hasil kerja TP2DD yang diserahkan kepada Bupati.(hms10)

 

  • Rabu, 15 September 2021 - 07:35:04 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya