Sekolaq Darat Juara Festival Pangan Lokal B2SA Tingkat Kabupaten Kutai Barat 2021

  • Selasa, 21 September 2021 - 00:38:29 WIB
  • Administrator
Sekolaq Darat Juara Festival Pangan Lokal B2SA Tingkat Kabupaten Kutai Barat 2021

Juara Lomba B2SA : Ketua Tim Penggerak PKK Kutai Barat, Ibu Yayuk Seri Rahayu Yapan,S.ST. hadir secara virtual karena masih pandemi Covid-19 dalam kegiatan Festival Pangan Lokal B2SA tingkat Kabupaten Kutai Barat, Senin (20/09/2021) jam 09.00 pagi.

SENDAWAR-Tim Penggerak PKK Sekolaq Darat meraih Juara 1 lomba Festival pangan lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Kutai Barat 2021, pengumuman pemenang disampaikan secara virtual sehubungan dengan masih pandemi Covid-19, Senin (20/09/2021) jam 09.00 pagi.

Dan untuk Juara Kedua Tim Penggerak PKK Kecamatan Melak, Juara ketiga Nyuatan, Harapan Satu Muara Pahu, Harapan dua Damai dan Harapan ketiga Siluq Ngurai, sementara Kategori terlezat diraih oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Long Iram, Menu Kreatif oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Barong Tongkok, Menu berimbang diraih oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Sekolaq Darat dan Kategori beragam diraih oleh Kecamatan Nyuatan.

Lomba sudah dilakukan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Tim Penggerak PKK, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (16/09/2021), diikuti 8 Kecamatan  yaitu Kecamatan Muara Pahu, Melak, Barong Tongkok, Long Iram, Damai, Nyuatan, Sekolaq Darat dan Siluq Ngurai.

Juri terdiri dari 5 juri, dari Tim Penggerak PKK Kubar Ibu Yayuk Seri Rahayu Yapan,S.ST dan Kresensia Rikam,S.Pd, Dinas Ketahanan Pangan Ir.Rina Giptalina, M.Si, Dinas Kesehatan Rahmayani John,SKM.,M.Kes, dan Ketua Persatuan Ahli Gizi Kubar Stephanus Liah,A.Md.Gz.

Masukan yang disampaikan oleh dewan juri diantaranya adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kutai Barat Ibu Yayuk Seri Rahayu Yapan,S.ST.,  yang juga sekaligus selaku Ketua Dewan Juri dengan kategori cita rasa dan estetika menuturkan, pada umumnya para peserta sudah cukup baik tetapi ada yang harus dibenahi terutama masalah unsur gizinya, dan rasa agar seimbang tidak terlalu pedas ataupun asin, selain itu keberagaman pangan juga tentang kandungan karbohidrat, matang tidaknya masakan kemaren ada yang belum matang , kemudian tidak boleh terlalu lama karena bisa menghilangkan nilai gizinya dan bahkan menjadi racun bagi tubuh kita, kemudian dari segi kebersihan, serta keamanan untuk dikonsumsi keluarga. Selanjutnya dari Dinas Kesehatan Ibu Rahmayani John S.KM.M.Kes yang menilai dari segi keamanan menyampaikan bahwa seluruh peserta sudah memahami mengenai bahayanya menggunakkan zat aditif namun pada saat pengolahan peserta masih menggunakkan telenan yang sama hal ini sangat berbahaya untuk kesehatan. Sedangkan dari Ketua Persagi yang menilai dari keberimbangan dan keseimbangan gizi memberikan masukan bahwa pemilihan bahan pangan yang tepat meliputi kesegaran buah dan sayuran menjadi faktor yang tak kalah penting (sebagai bahan makanan utama) dipilih bahan yang belum mengeluarkan tunas dan mengeluarkan warna hijau yang diakibatkan penyimpanan yang tidak tepat. Proses pengolahan: waktu memasak, urutan pencampuran bahan pangan, sayur hingga bumbu pada saat memasak juga mempengaruhi. Cara penyajian meliputi besar/jumlah porsi/ragam porsi yang apabila tidak sesuai akan mempengaruhi nilai dari jumlah gizi yang dikonsumsi-penyajian yang tepat pada semua hidangan pada box sehingga porsi tidak memenuhi standar menu-terdapat masih ada pengulangan menu  baik karbohidrat maupun protein.

Kemudian dari Dinas Ketahanan Pangan Ibu Insinyur Rina Giptalina M.Si, menyampaikan bahwa penggunaan pangan lokal sudah beragam sesuai kriteria yang diminta yaitu karbohidrat, protein (hewani dan nabati), vitamin dan mineral. Namun ada yang perlu ditambahkan mengenai protein nabati dimana hal disinergikan dengan protein hewani sehingga saling melengkapi. Dan dalam mengolah protein nabati dan hewani perlu kreatifitas ibu-ibu sehingga menarik terutama untuk anak balita agar mau mengkonsumsinya.  Protein ini sangat dibutuhkan tubuh apabila tubuh kekurangan protein bisa menjadi sumber penyakit, oleh sebab itu Ibu-Ibu bisa mengolah pangan dengan kreatifitas yang ibu miliki sehingga keragaman pangan dapat dapat mendukung  pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Akhir kegiatan seraya menutup dengan resmi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat tersebut mengucapkan selamat kepada para pemenang semoga kedepan tetap lebih berkarya di bidang kuliner, dan kepada yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati teruslah mencoba dan menggali potensi lokal yang ada sehingga festival pangan lokal  B2SA ditahun berikutnya bisa menjadi juara, Bunda Yayuk berpesan kepada peserta terus meningkatkan kreatifitas dan kualitas mengolah bahan pangan lokal di Kubar sehingga bernilai tinggi yang bisa dikonsumsi untuk keluarga, anak anak dan masyarakat.(HMS36)

 

  • Selasa, 21 September 2021 - 00:38:29 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya