SENDAWAR-Gelaran Explore Kaltim Fair 2024, di Atrium Big Mall, Jalan Untung Suropati, Samarinda, sukses menyita perhatian publik Kota Tepian dan telah rampung diadakan, selama lima hari dan berakhir 10 Maret 2024.
“Dalam pameran tersebut, produk-produk wastra dan kriya dari para perajin binaan Dekranasda Kutai Barat (Kubar) meraup omzet selama lima hari itu mencapai jutaan rupiah,”ujar Sekretaris Dekranasda Kubar Yuyun Diah Setyorini, baru-baru ini.
Adapun produk yang dijual adalah produk wastra dan kriya khas Kubar seperti, anyaman rotan, tenun doyo, tenun badong, jomok, tumpar, seraung dan semua produk-produk dari para perajin binaan.
Diharapkan dengan produk-produk kerajinan khas Kubar dapat lebih di kenal di tingkat provinsi Kaltim dan menciptakan atau membawa masyarakat Kaltim dapat mulai mencintai dan memiliki produk khas Kubar. Karena Kubar merupakan bagian dari wilayah Kaltim,”ucapnya.
Ketua Dekrnanasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan mengatakan Explore Kaltim Fair 2024 adalah panggung untuk memamerkan kekayaan kreatifitas bagi para perajin. Setiap produk adalah hasil dari upaya, keahlian dan inspirasi yang ditanamkan oleh para perajin.
“Pameran tersebut membuka mata kita untuk melihat keragaman teknik, bahan dan konsep yang membentuk karya-karya yang indah dan unik. Salah satunya, produk wastra dan kriya khas Kubar dari perajin binaan Kubar,”ujarnya.
Diharapkan pameran ini juga memberikan platform untuk pengrajin mempromosikan karyanya kepada dunia. Ini menciptakan peluang untuk meningkatkan visibilitas mereka dalam menjalin kemitraan dengan konsumen dan meraih pelanggan yang menghargai nilai produk lokal.”Pameran ini menjadi jendela yang membuka peluang ekonomi bagi para perajin,”katanya.
Pentingnya pameran ini, tidak hanya terletak pada keindahan visualnya. Tetapi juga dalam pelestarian warisan dan tradisi lokal. Setiap produknya sering kali mencerminkan nilai-nilai budaya, teknik tradisional dan kearifan lokal.
Karena itu, pameran tersebut memainkan peran kunci dalam merawat dan melestarikan warisan seni dan kerajinan yang mungkin terancam punah apabila tidak ditekuni dan tidak ada regenerasinya,”terangnya. (KP6)