Sebagai Wilayah Pemekaran dan Berbatasan IKN Nusantara, Menjadikan Kubar Mengalami Percepatan Pembangunannya

  • Rabu, 05 Juli 2023 - 22:45:12 WIB
  • Administrator
Sebagai Wilayah Pemekaran dan Berbatasan IKN Nusantara, Menjadikan Kubar Mengalami Percepatan Pembangunannya

Kepala Bappedalitbang Kubar Yudianto Rihartono (tengah) didampingi Sekretaris Bappedalitbang Philip Silitonga (kanan) berdialog bersama Sekkab Kubar Ayonius, sesuai membuka presentase laporan pendahuluan kajian dan pengembangan PAD Kubar, baru-baru ini.

SENDAWAR-Sebagai wilayah pemekaran hasil pemekaran dan wilayah berbatasan langsung dengan Ibukota Negara (IKN) Nusantara, tentu menjadikan Kutai Barat (Kubar) sebagai salah satu kabupaten yang mengalami percepatan pembangunannya.

“Hal tersebut berdampak iklim investasi di Kubar akan semakin meningkat dan wilayah cakupan Kubar yang semakin kecil membuat pengaturan wilayah lebih efisien,”ujar Kepala Bappedalitbang Kubar Yudianto Rihartono, pada presentasi laporan pendahuluan penyusunan peta ekoregion dan Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) Kubar, di Ruang Rapat 1, Lantai 2 Kantor Bappedalitbang Kubar, Selasa (5/7).

Selain itu, keberadaan Kubar yang berada di sekitara IKN Nusantara akan membentuk Kubar sebagai wilayah penyangga kegiatan ekonomi di kawasan IKN, terutama di bidang jasa. Terlepas dari posisi Kubar yang berdekatan IKN dan hasil pemekaran, Kubar memiliki potensi yang cukup menjanjikan dimasa mendatang.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK) Kubar tahun 2021 menunjukan bahwa, sektor pertambangan dan penggalian khususnya batu bara menjadi penghasil PDRB tertinggi di Kubar yaitu, sebesar 49,15 persen dari total PDRBnya dan diikuti dengan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan dengan total sumbangan sebesar 14.97 persen dan total PDRB Kubar.

Tingginya sektor pertambangan tersebut berkaitan dengan melimpahnya sumber daya batu bara di Kubar dan harga batu bara di pasar internasional yang mengalami peningkatan menjadi 215,01 USD/ton. Hal tersebut tentu membuat penambangan batu bara di Kubar akan terus mengalami peningkatan.

Kemudian kegiatan pertanian, perikanan dan kehutanan di Kubar juga terus meningkat, terutama di bidang perkebunan sawit dan karet yang tersebar luas di Kubar dan tercatat dengan total luasan lahan perkebunan di Kubar mencapai sekitar 44635 hektare pada tahun 2020,”terangnya.
Berdasarkan fakta bahwa Kabupaten Kutai Barat memiliki potensi pengembangan ekonomi yang menjanjikan dimasa mendatang, baik dibidang ekonomi jasa, pertanian dan pertambangan, membuat Kubar juga memiliki ancaman berupa degradasi dan kerusakan lingkungan apabila proses pembangunan Kubar untuk mengoptimalkan potensi tidak dilakukan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Menyikapi hal tersebut, Kubar memerlukan instrumen lingkungan untuk menilai, memantau, mengkontrol dan mengevaluasi rencana dan pelaksanaan pembangunan di Kubar. Penyusunan peta ekoregion dan D3TLH Kubar merupakan salah satu instrument lingkungan yang diperlukan untuk mendampingi rencana dan pembangunan di Kubar.

“Hasil tersebut sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan berdasarkan D3TLH,”ucapnya. (KP6)

  • Rabu, 05 Juli 2023 - 22:45:12 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya