SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menegaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan (DWP) tidak lagi hanya berperan sebagai organisasi pendamping Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi telah berkembang menjadi agen perubahan sosial, khususnya dalam penguatan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin melalui Staf Ahli Bupati Yustinus Giri, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP Tahun 2025, yang mengusung tema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”. Kegiatan berlangsung di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kantor Bupati Kubar, Barong Tongkok, Jumat (19/12/2025).
Bupati menyampaikan bahwa pendidikan anak bangsa sesungguhnya dimulai dari keluarga, di mana keluarga merupakan sekolah pertama dan utama bagi anak. Dalam konteks tersebut, peran seorang ibu sangat menentukan dalam membentuk karakter, akhlak, etika serta kecerdasan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Dengan organisasi yang solid dan anggota yang berkualitas, DWP akan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan daerah. DWP Kubar diharapkan semakin matang, mandiri, serta memberikan dampak luas bagi pembangunan sumber daya manusia,”ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus bergandengan tangan, bersinergi, dan berkolaborasi dalam membangun generasi emas Kutai Barat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua DWP Kubar, Dusiana Ayonius, menambahkan bahwa bertambahnya usia organisasi menjadi momentum untuk semakin mematangkan visi, memperkuat peran, serta memperluas manfaat DWP bagi masyarakat.
“Semoga DWP semakin matang dalam visi, kuat dalam peran, dan luas dalam manfaat. Mari kita rawat kebersamaan ini dengan cinta, kita jaga organisasi ini dengan amanah, dan kita jalani peran ini dengan sepenuh hati,” ungkapnya.
Ke depan, DWP diharapkan semakin memperkuat perannya dalam peningkatan kualitas pendidikan keluarga dan masyarakat, kesadaran kesehatan keluarga, penguatan ekonomi perempuan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan etika sosial.
“Jadikan DWP sebagai organisasi yang bukan hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga hidup dalam nilai. Bukan hanya solid dalam struktur, tetapi juga hangat dalam kebersamaan,” tambahnya.
Ia berharap DWP dapat terus menjadi ruang tumbuh perempuan Indonesia, termasuk di Kutai Barat, yang cerdas dalam berpikir, tangguh menghadapi tantangan, dan lembut dalam kasih sayang.
“Semoga DWP senantiasa menjadi cahaya dalam keluarga, lentera dalam masyarakat, dan pelita dalam perjalanan menuju masa depan Indonesia Emas,” pungkasnya. (KP6)