Disperindagkop Provinsi yang bekerja sama dengan Disdagkop Kubar berfoto bersama saat mengadakan kegiatan pasar murah beberapa waktu lalu
SENDAWAR -Kegiatan pasar murah yang difasilitasi oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah dua tahun terakhir terlaksana di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Bahkan hingga saat ini hanya Kubar saja yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan pasar murah tersebut di antara kabupaten lainnya secara berturut-turut.
"Dua tahun ini, Kubar selalu menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan pasar murah yang bekerja sama dengan Disperindagkop Provinsi. Kita berharap di tahun-tahun selanjutnya juga bisa kembali berjalan," kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Kubar, Ambrosius Ndopo pada Senin (14/12).
Hal tersebut dikarenakan Kubar memang memiliki jarak yang cukup jauh bila dibandingkan kabupaten lainnya. Selain itu, harga kebutuhan pokok juga menjadi lebih baik daripada biasanya karena alur distribusi yang sangat memakan waktu dan juga biaya tinggi.
"Masyarakat sangat antusias tiap kali ada kegiatan pasar murah. Mereka sangat berharap ini bisa terus berjalan," tambahnya.
Keinginan tersebut tampaknya berjalan dengan rencana dari Disperindagkop Provinsi yang telah berkoordinasi dengan Disdagkop Kubar. Untuk kembali merencanakan pelaksanaan kegiatan di tahun 2021 khususnya menjelang hari raya keagamaan. Dimana trendnya mengalami kenaikan harga pada sejumlah barang kebutuhan pokok.
"Kita upayakan tahun depan bisa berjalan lagi apalagi antusias masyarakat disini juga sangat tinggi. Bahkan di beberapa tempat sempat dibatasi agar stok barang bisa dibagi ke kecamatan lain," kata Kasi Perdagangan Disperindagkop Provinsi, Simorangkir saat dihubungi.
Sebagai bagian dari pemerintah provinsi untuk memperhatikan dan memperdulikan kestabilan harga sembako di masyarakat khususnya Kaltim. Disperindagkop Provinsi juga berharap kondisi pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir. Sebab anggaran untuk melaksanakan kegiatan pada tahun ini juga terpaksa dipangkas untuk menanggulangi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.
"Walaupun anggaran harus dipangkas karena kondisi pandemi sekarang ini. Tetap kita optimalkan upaya dalam menjaga stabilitas harga sembako. Semoga tahun depan kita bisa segera pulih dan bisa melanjutkan kegiatan seperti ini. Karena masyarakat di daerah yang letaknya jauh sangat membutuhkan dan mengharapkan peran pemerintah seperti halnya kegiatan pasar murah ini," pungkasnya. (HMS36)