PERESMIAN:Bupati FX.Yapan di Dampingi Wakil Bupati Edyanto Arkan dan Manajemen PT.TCM memotong pita dipintu masuk Lou Bentian
SENDAWAR-Bupati Kutai Barat FX.Yapan didampingi Wakil Bupati Edyanto Arkan, dan Kepala OPD meresmikan Lou Bentian Dilang Puti, Jumat (25/06/2021). Acara diawali dengan tarian penyambutan tamu dengan pengalungan selempang doyo, dilanjutkan dengan ritual adat tepung tawar dipandu sesepuh adat setempat, lanjut ke pemotongan pita di pintu masuk lou Bentian, sebelum penandatanganan prasasti diisi dengan sambutan.terlihat hadir Anggota DPRD Kubar Mahyudin, Kepala Adat besar Manar Dimansah Gamas, dan sejumlah kepala Prangkat daerah.
Panitia Lorensius Balak menjelaskan bangunan dibangun sejak tahun 2012 ditanah hibah dengan luas bangunan Lebar 25 meter, panjang 50 meter, pembangunan merupakan wujud kepedulian PT TCM untuk masyarakat, anggaran dari PT TCM menghabiskan kurang lebih 7 milyar, dengan konstruksi bangunan dari kayu ulin dan bengkirai.
Dikatakan, Posisi strategis di lintasan kaltim dan kalteng, atas nama panitia mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT TCM dan seluruh elemen yang terlibat sehingga Lou Bantian bisa berdiri dan diresmikan pada hari ini.
Perwakilan PT TCM Wahyu Harjanto, bangunan ini perwujudkan pengembangan dan pemberdayaan bagi masyarakat, tidak hanya di Kecamatan Bentian saja tetapi untuk daya Tarik Destinasi wisata Kutai Barat, dan keberadaanya bisa menjadi icon Kubar.
Ia berharap keberadaan lou Bentian ini bisa menumbuhkan dan penggerak bagi perekonomian, dengan diiringi manajemen yang baik, bisa mendatangkan wisatawan, sehingga pengelolaan dan biaya operasional secara mandiri.
Bupati Kubar FX.Yapan dalam sambutannya, Salah satu dari kekayaan dan juga bagian dari jati diri serta identitas adalah ragam hasil kebudayaan. Salah satu diantaranya adalah Rumah Lamin yang menjadi kebanggan dari suku Dayak. Rumah lamin ini dahulu berfungsi sebagai rumah tinggal bersama secara berkelompok yang didasarkan pada kebersamaan namun seiring perkembangan saat ini rumah ini dapat juga difungsikan sebagai pusat kegiatan upacara-upacara ritual adat budaya.
Bupati berharap Lou atau Lamin ini menjadi penanda bahwa generasi Kutai Barat pada umumnya dan pada khususnya seluruh warga dayak di wilayah Bentian Besar ini tidak tergerus oleh budaya asing, hingga saat ini kita bangga karena boleh menjadi bagian penerus budaya warisan nenek moyang kita.
Bupati menghimbau kepada PT. TCM, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat serta pihak-pihak terkait untuk dapat mengelola dan memelihara Lou Bentian ini dengan tepat guna sehingga keberadaan Lou Bentian ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.(HMS36)