Vaksin :Kasi Kesehatan Hewan, Dokter Hewan Ni Luh Sumaniartini Bersama Tim Melakukan Vaksin Rabies
SENDAWAR – Dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit pada Hewan Pembawa Rabies (HPR), setiap tahun Dinas Pertanian Kubar Melalui Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Keswan. melaksanakan kegiatan vaksinasi Rabies yang rutin dilakukan setiap tahun, Rabu (11/8).
Lebih lanjut Kasi Kesehatan Hewan Dokter Ni Luh Sumaniartini menuturkan untuk tahun 2021 walaupun terkendala Anggaran, namun kegiatan vaksinasi Rabies tetap dilaksanakan guna pencegahan dan pengendalian kasus Rabies. Prioritas kegiatan vaksinasi dilaksanakan di wilayah-wilayah yang populasi Hewan Pembawa Rabies (HPR) cukup tinggi.
Capaian vaksinasi Rabies sampai dengan Juli sudah mencapai 4.700 dosis yang pelaksanaannya tersebar di Kelurahan Barong Tongkok, Kelurahan Simpang Raya, Kampung Balok Asa, Kampung Sekolaq Darat, Muara Lawa, Kecamatan Nyuatan, Kampung Blusuh, Kampung Juhan Asa, Kampung Ngenyan Asa dan pelayanan yang dilakukan di Puskeswan.
Populasi Hewan Pembawa Rabies untuk tahun 2020 masih cukup tinggi yaitu Anjing 9617 ekor, Kucing 12784 ekor dan Kera 234 ekor atau jumlah keseluruhan mencapai 22635 ekor, dimana masih menjadi populasi HPR tertinggi di Provinsi Kaltim. Diharapkan untuk kedepannya kegiatan vaksinasi Rabies tetap bisa dilaksanakan dengan dukungan Anggaran yang mencukupi dengan jumlah populasi HPR yang ada.
Ia menambahkan, rabies merupakan penyakit serius yang menyerang otak dan sistem saraf baik kepada hewan maupun manusia. Penyakit ini digolongkan sebagai penyakit mematikan yang harus ditangani dengan cepat, oleh sebab itu harus diwaspadai.
Cara penularan virus rabies selain terdapat di susunan saraf pusat, juga terdapat di air liur hewan penderita rabies. Oleh sebab itu penularan penyakit rabies pada manusia atau hewan lain melalui gigitan. Gejala-gejala rabies pada hewan timbul kurang lebih 2 minggu (10 hari-8 minggu). Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai 1 tahun.
Gejala dan tanda-tanda penyakit rabies pada hewan dikenal dalam 3 bentuk, pertama bentuk ganas Furious rabies masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat. Selain itu hewan menjadi penakut atau menjadi galak. Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif. Tidak menurut perintah majikannya. Nafsu makan hilang. Air liur meleleh tak terkendali.
Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya dan memakan barang/benda-benda asing seperti batu, kayu. Menyerang dan menggigit barang bergerak apa saja yang dijumpai, selanjutnya kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan, dan ekor berada diantara dua paha.
Kedua bentuk diam Dumb Rabies masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi. Tanda-tanda yang sering terlihat bersembunyi ditempat yang gelap dan sejuk. Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahkan sering tidak terlihat. Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka. Air liur keluar terus menerus (berlebihan) dan mati secara tiba-tiba. Sedangkan yang ketiga bentuk asystomatis hewan tidak menunjukkan gejala sakit, tetapi hewan tiba-tiba mati.(hms10)