Rakor Konflik Sosila

  • Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:49:46 WIB
  • Administrator
Rakor Konflik Sosila

Rakor Konflik Sosila

SENDAWAR– Sebagai upaya agar tercipta sinkronisasi, harmonisasi dan
integrasi kebijakan serta penyusunan rencana aksi terpadu yang
terkoordinasi dalam pelaksanaan penanganan konflik sosial di Kabupaten
Kutai Barat secara efektif, terpadu dan sinergi. Badan Kesatuan bangsa dan
Politik Kubar menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Konflik Sosial
Kabupaten Kutai Barat Tahun 2019 yang dilaksanakan di ruang rapat Diklat
Kantor Bupati Lantai III dan dibuka langsung oleh Asisten I DR Misran
Effendi S STP M Si, Rabu (21/8)
Selanjutnya dalam upaya melaksanakan amanah dan implementasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial maka dipandang perlu adanya tindak lanjut yang nyata seperti pelaksanaan rapat  koordinasi antar
seluruh pihak terkait dalam penanganan berbagai hal terkait konfilik sosial.
Dalam sambutan Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja yang
dibacakan  Asisten I DR Misran Effendi S STP M Si menjelaskan Kutai Barat terdiri dari ragam etnis dan agama, hal tersebut yang membentuk kehidupan kemajemukan di Kutai Barat. Menuju kehidupan yang harmonis, rukun dan damai maka mengharuskan kita semua untuk dapat menjaga kondusifitas dan toleransi. Dalam keberagaman ini fungsi dan peran seluruh kita yang hadir sangat dibutuhkan karena hal ini juga menjadi modal dasar untuk melaksanakan pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Berangkat dari pemahaman ini saya ingin menyampaikan beberapa pesan dan harapan sebagai berikut.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berpesan kepada seluruh Anggota Tim
Terpadu, kiranya dapat memanfaatkan forum ini dengan optimal untuk
mendengarkan setiap paparan materi dari Narasumber dan bertukar ide dan
pikiran agar kehadiran Anda sekalian memberikan sumbangsih nyata terhadap
upaya untuk menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan dalam kehidupan
sosial kemasyarakatan di Kutai Barat ini. Besar harapan saya sinergitas
yang yang terjalin baik Pemerintah melalui Bakesbangpol dengan Polres,
Kodim, Kejari, dan pihak terkait lainnya dapat mewujudkan tatanan kehidupan
yang aman dan tentram.
Bupati juga menjelaskan sekarang ini banyak hal yang dapat menyebabkan
konflik sosial itu cepat merebak dan menjadi bahaya yang perlu kita hindari
yaitu salah satunya dengan tersebarnya berita HOAX melalui media sosial.
Tidak jemu-jemunya saya ingatkan kepada seluruh masyarakat agar
bersama-sama kita perangi hal tersebut. Saya ingin seluruh warga memiliki
kesadaran untuk tidak mudah terprovoksi oleh isu-isu terlebih pada segala
sesuatu yang dapat memecah belah persatuan. Jauhkan sikap etnosentrisme,
kesukuan dan semacamnya. Mari kita bersatu  dengan semangat Kemerdekaan
NKRI yang baru saja kita peringati saya ingin kita bangkit dan sadar bahwa
untuk menjadi manusia unggul yang berdaya dan membangun harus diawali
dengan soliditas, cinta tanah air, bela negara dalam  mempertahankan
kedaulatan NKRI yang Harga Mati. Sekali lagi mari satukan tekad dan
langkah, sinergitas serta dukungan seluruh pihak melalui peran sertanya
masing-masing demi Terwujudnya  Hari Esok Kutai Barat Lebih Baik Daripada
Hari Ini.*(Hms10)*

  • Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:49:46 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya