Rencana Pemekaran Kecamatan Damai Tim Kemendagri Tinjau Lokasi & Dialog Dengan Masyarakat

  • Kamis, 12 Desember 2019 - 09:42:02 WIB
  • Administrator
Rencana Pemekaran Kecamatan Damai Tim Kemendagri Tinjau Lokasi & Dialog Dengan Masyarakat

TINJAU LOKASI:Asisten 1 Setkab Kubar Misran Effendy bersama tim dari Kemendagri meninjau lokasi renacana perkantoran untuk pemekaran kecamatan Pahu Dayaq.

SENDAWAR-Dalam rangka untuk rencana pemekaran Kecamatan Damai untuk pembentukan Kecamatan baru yaitu Pahu Dayaq, Tim Kemendagri meninjau langsung kelapangan yaitu di Kampung Besiq, berdialog dengan masyarakat dan meninjau tanah hibah yang direncanakan untuk pusat perkantoran kecamatan, Jumat (6/12)lalu. Untuk diketahui rencana pembentukan Kecamatan Pahu Dayaq ada 5 Kampung yang siap bergabung yaitu Kampung Mantar, Muara Niliq, Muara Nyahing, Bermai dan Besiq, yang selama ini ke lima kampung tersebut ada di wilayah kecamatan Damai.

Dalam peninjauan tersebut dari Kemendagri diwakili oleh Kasubdit Kecamatan Kemendagri Republik Indonesia Edy Cahyono, sementara dari Pemkab Kubar diwakili oleh Asisten 1 Misran Effendy, didampingi anggota DPRD Kubar Hendian dan Potit, sejumlah OPD terkait seperti DPMK, Disperkimtan, DLH dan Bagian Pemerintahan Setkab Kutai Barat, tak ketinggalan dari Kasubag Pengembangan wilayah, Biro Pemerintahan, Perbatasan dan Otonomi Daerah,  Provinsi Kalimantan Timur, Ruspiansyah.

Dalam arahannya Camat Damai Fransisco menyambut baik dan sangat mendukungan penuh rencana pembentukan Kecamatan Pahu Dayaq, semoga progres persiapan bisa terlaksana dengan baik, kecamatan baru ini sudah menjadi harapan masyarakat sejak tahun 2009, apalagi di daerah ini terdapat konservasi badak, dan hutan adat yang menjadi aset daerah dan nasional, sementara untuk persiapan perkantoran sudah dihibahkan tanah seluas 5 hektar, semoga harapan masyarakat yang sudah menunggu kurang lebih10 tahun bisa menjadi kenyataan.

Asisten 1 Misran Effendy, proses pembentukan  sudah dari tahun 2012, pembentukan Kecamatan Pahu Dayaq ini memang kebutuhan masyarakat, mengingat 5 kampung yang ada jauh dari ibukota kecamatan damai yang harus ditempuh lewat darat kurang lebih 2 jam apabila ingin mengurus administrasi ke kantor kecamatan, apabila kecamatan ini terbentuk akses administrasi akan lebih dekat”katanya.

Sementara Kasubdit kecamatan Kemendagri Edy Cahyono,  menjelaskan ada pertimbangan untuk pemekaran kecamatan baru diantaranya untuk mempermudah dalam peningkatan administrasi kependudukan dan pelayanan masyarakat,  karena jarak lumayan jauh dari kantor Kecamatan, jumlah penduduk dan jumlah Kampung, Proses kelengkapaan dokumen, nanti kita proses dengan di dukungan kajian dan dokumen, ditambah dokumen persetujuan dari Pemkab, Pemprov, dan OPD terkait apalagi didaerah ini juga terdapat konservasi badak dan hutan adat sebagai nilai tambah untuk pembentukan Kecamatan”tandasnya.(HMS36)

 

 

  • Kamis, 12 Desember 2019 - 09:42:02 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya