Bupati Kubar FX Yapan (dua kanan) didampingi Ketua DPRD Kubar Ridwai (kanan) saat meresmikan beberapa fasilitas umum dari program PKTD di wilayah Kecamatan Bigung dengan menandatangai prasasti secara simbolis, di Gedung BPU Kampung Linggang Amer, di Kampung Linggang Amer.
SENDAWAR-Sikap konsisten dalam upaya terlaksananya pemerataan pembangunan di wilayah Kubar, terus dilakukan oleh Pemkab Kubar.
Hal ini ditunjukkan Bupati Kubar FX Yapan bersama Wabup Kubar Edyanto Arkan, melalui langkah-langkah awal kepemimpinannya. Yaitu, memperioritaskan kenaikan anggaran desa atau kampung, di 190 kampung.
Bupati Kubar FX Yapan mengatakan setelah di lantik pada 19 April 2016 lalu dan berpikir bagaimana membangun Kubar sesuai dengan visi dan misi pembangunan yang berkeadilan, mandiri, sejahtera berlandaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia?
Selain itu, tidak mungkin Pemkab dapat menjangkau 190 kampung dengan merata. Maka itu, saya ambil keputusan bersama tim di lingkungan Pemkab Kubar untuk menaikkan ADK di 190 kampung itu.
Dari Rp 150 juta dinaikan menjadi Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar lebih sesuai dengan jumlah penduduknya. “Salah satunya, Kampung Linggang Amer, sebelumnya sekitar Rp 150 juta lebih dan sekarang menjadi Rp 900 juta lebih,”kata Bupati, pada peresmian padat karya tunai desa (PKTD) secara simbolis, di Gedung BPU Kampung Linggang Amer Kecamatan Linggang Bigung, Rabu (2/9).
Mengapa menaikkan ADK tersebut? Supaya pembangunan itu merata, membangunnya sesuai kebutuhan dan tidak tergantung dengan kabupaten. “Karena kabupaten tidak mampu menjangkau ke plosok-plosok. Jadi tidak ada alasan kampung itu, tidak bisa membangun,”tegasnya.
Bupati menegaskan lagi bahwa dana ADK ini bukan proyek dan ini adalah dana swakelola. Kalau kepala kampung mengelola ini, jangan mencari untung. “Siapa yang mencari untung, akan berurusan dengan aparat hukum,”ingatnya.
Camat Linggang Bigung Kristian menyampaikan, total dana kampung (DK) tahun anggaran 2019 yang diterima 11 kampung di Kecamatan Linggang Bigung sebesar Rp 10.037.183.000 dan pada 2020 sebesar Rp 10.146.311.000. Sedangkan total alokasi dana kampung (ADK) pada 2019 sebesar Rp 9.098.985.000 dan pada 2020 sebesar Rp 9.465.904.085.
DK pada 2019 digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Terdiri, semenisasi jalan gang sepanjang 4.129 meter, pembukaan jalan tani sepanjang 11.500 meter dan pembukaan/peningkatan jalan sepanjang 300 meter, tiga unit dan pembangunan gorong-gorong.
Lima unit pembangunan sarpras olahraga (tribun dan lapangan olahraga), satu paket perpustakaan PAUD, satu unit pembangunan gedung posyandu, tiga paket instalasi listrik air. Terakhir, 8 unit pembangunan sarpras lainnya.
Berikutnnya, ADK 2019 lalu digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti, semenisasi jalan gang sepanjang 485 meter, pembangunan/peningkatan drainase sepanjang 456 meter, 8 unit pembangunan jembatan, dua unit pembangunan sarpras (tribun dan lapangan olahraga), 4 unit pembangunan pos ronda, satu unit pembangunan/perbaikan sarpras gedung kesehatan dan satu unit pembangunan sarpras lainnya.
Sedangkan pada 2020 pembangunan dari DD yang terealisasi 100 persen terdiri, semenisasi jalan sepanjang 473 meter, pembangunan jalan tani sepanjang 5.100 meter, pengerasan/peningkatan jalan sepanjang 1.200 meter dan rehab drainase sepanjang 100 meter.
Satu paket pembangunan gorong-gorong, satu unit pembangunan aula PAUD, satu unit pembangunan sarplas olahraga (lapangan olahraga) dan dua unit pembangunan/rehab gedung posyandu. Sementara itu, ada empat unit pembangunan fisik dari ADK 2020 yang telah terealisasi 100 persen.
“Yakni, pembangunan mandian umum, pembangunan dapur polinkam, rehab PAUD dan pembangunan mes tamu,”rincinya. (hms6)