Penghormatan terakhir yang ditujukan kepada mendiang sebelum dimakamkan dengan standar penanganan Covid-19.
SENDAWAR - Duka mendalam yang sangat dirasakan oleh tenaga kesehatan (nakes) Kutai Barat (Kubar) yang sedang berjuang menangani kasus Covid-19. Sebab salah satu nakes terbaik dari Puskesmas Sekolaq Darat, Dessy Yohanti A.Md Kep (32) harus berhenti berjuang. Setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Pratama Linggang Bigung karena terpapar Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubar, dr. Ritawati Sinaga pun turut berduka cita dan merasa kehilangan atas apa yang dialami oleh salah satu tenaga kesehatan ini. Dirinya terus mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap sepele virus ini. Protokol kesehatan harus terus dijalankan dengan disiplin agar bisa terhindar dari Covid-19 ini.
Ini merupakan sebuah pukulan berat yang dihadapi oleh para nakes yang jumlahnya cukup terbatas. Sebab setelah beberapa bulan terakhir ini selalu berjuang dan berhadapan langsung dengan virus tersebut. Dengan diselimuti kekhawatiran serta kelelahan yang harus dipikul dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Terutama bagi teman sejawat yang bersama-sama dan mengetahui perjuangan tenaga kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Penghormatan terakhir pun diberikan sebelum mengantarkan jenazah untuk dimakamkan dengan standar penanganan pasien Covid-19. "Sempat menjalani perawatan di ruang ICU RS Pratama. Namun perjuangannya (Dessy) harus terhenti pada Selasa (29/12) dini hari tadi.
"Kami keluarga besar Dinas Kesehatan kehilangan tenaga kesehatan kami dari Puskesmas Sekolaq Darat, Atas nama pribadi dan Dinkes Kubar, dirinya mengucapkan terima kasih untuk pengabdian mendiang Dessy Yohanti, Amd.Kep bagi masyarakat Kutai Barat. Doa pun dipanjatkan agar keluarga dapat ikhlas, tabah dan mendapatkan penghiburan Tuhan.
"Kami tetap mengingatkan semua teman-teman tenaga kesehatan agar tetap semangat bekerja dan berdoa, tetap memakai APD yg baik dan benar sesuai standar saat bekerja. Patuhi protokol kesehatan 4M dimana pun berada serta lindungi dan sayangi diri sendiri, lingkungan keluarga sendiri dan masyarakat sekitar kita," pungkasnya.
Mendiang meninggalkan suami dan dua orang anak yang salah satunya masih berusia bawah lima tahun (balita). Berbagai doa dan dukungan moril pun terus mengalir diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Baik dari rekan sejawat dan seluruh masyarakat Kubar. Agar tetap tabah dalam menghadapi situasi yang terjadi. (hms36)