Panitia Lomba Dinas Arsip dan Perpustakaan menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba
SENDAWAR-Kayla Saputri Juni Yatir berhasil mendapat juara pertama ajang lomba bercerita tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Kabupaten Kutai Barat tahun 2021, yang berlangsung di Gedung Aji Tulur Jejangkat.
Kayla Saputri Juni Yatir merupakan perwakilan SD Tunas Lestari Sungai Basung, Kecamatan Damai dengan cerita Pesut Mahakam, sementara juara kedua diraih Aurel Audyta Priscilla perwakilan SDN 002 Sekolaq Darat bercerita Asal Usul Ikan Pesut dan pemenang ketiga Aurellista Queenby berasal dari SDN 001 Barong Tongkok dengan cerita Asal Usul Danau Lipan.
Untuk diketahui perlombaan ini diikuti oleh 7 orang siswa dari 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Barong Tongkok 2 orang siswa dan untuk Kecamatan Sekolaq Darat, Damai, Muara Lawa, Linggang Bigung dan Kecamatan Bentian Besar masing-masing 1 orang. "Hari ini kegiatan lomba dilaksanakan 1 hari. Dan pemenang dari lomba ini akan mewakili Kabupaten Kutai Barat untuk mengikuti ke tingkat Provinsi, Kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Bahtiar.
Menurut Bahtiar bahwa dasar hukum pelaksanaan ini sebagaimana disampaikan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menyebutkan bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembudayaan kegemaran membaca dapat dilakukan melalui tiga (3) unsur yaitu Keluarga yang difasilitasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui Buku Murah dan Berkualitas, Kedua Satuan Pendidikan dengan mengembangkan dan memanfaatkan Perpustakaan sebagai Proses Pembelajaran dan ketiga masyarakat yaitu dengan menyediakan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau.
Dikatakan "Tujuan akhir dari budaya baca ini menjadi bagian positif untuk perluasan nilai-nilai nasionalis dan cinta tanah air maka mari bersama-sama menanamkan budaya baca pada anak–anak sedini mungkin serta dilakukan secara berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis dan komunikatif," ucapnya.
Sementara Bupati FX.Yapan saat membuka acara berpesan kepada seluruh siswa dan siswi agar lebih mengenal dan mencintai budaya khususnya di Kutai Barat ini. Dan mengingat pentingnya kegiatan ini ia meminta kepada penyelenggara untuk kegiatan serupa tidak hanya diperuntukkan bagi tingkat SD/MI, namun juga untuk tingkat SMP, SMA sederajat dengan metode yang disesuaikan, sehingga berbagai peristiwa maupun sejarah atau dongeng yang ada akan tetap lestari tidak terkikis budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya indonesia.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan ini. Dan terimakasih kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini," pungkasnya.(HMS36)