Penyerahan Bibit -- Gubernur Kaltim H Isran Noor, Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi, Bupati FX Yapan Wakil Bupati Edyanto Arkan, Ketua DPRD Kubar Menyerahkan Bantuan Secara Simbolis Kepada Kelompok Tani
SENDAWAR – Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani berupa bibit kelapa sawit untuk perluasan perkebunan kelapa sawit seluas 55 Hektar, kegiatan intensifikasi karet 80 Hektar, pemberian bantuan pupuk hayati cair untuk tanaman perkebunan komoditi karet, kelapa sawit, lada dan kakao.
Juga diserahkan bantuan pembangunan prasarana pertanian berupa pembukaan jalan baru, peningkatan jalan/sirtu dan pembuatan jalan/jembatan ulin. Penyerahan bantuan langsung dilaksanakan di lokasi perkebunan di kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (11/6).
Lebih lanjut Gubernur H Isran Noor menuturkan, terkait bantuan yang diberikan kepada kelompok tani, itu semua bukan milik Gubernur tetapi merupakan milik masyarakat yang didistribusikan kembali untuk masyarakat. Turut hadir Bupati Kubar, Ketua DPRD Kubar, Wakil Bupati Kubar,Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Sekretaris kabupaten Kutai Barat, Serta Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Provinsi Kaltim dan Pemkab Kubar.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kaltim menuturkan kunjungan kerja kali ini sebagai langkah dan upaya nyata dalam mendukung pembangunan perkebunan karet, merica, kakao dan kelapa sawit di Kubar.
”Orang yang membangun perkebunan baik karet, merica, kakao dan kelapa sawit merupakan orang yang memiliki pemikiran dan prospek/pandangan yang baik ke depan. Dimana dalam menanam karet atau kelapa sawit, memerlukan waktu 4-5 tahun kedepan baru bisa panen, namun selama menunggu petani sabar menunggu,” terang Gubernur.
“Petani harus yakin hasil dari produk-produk pertanian/perkebunan tidak akan sia-sia. Orang yang berpikir sia-sia maka dia akan menghadapi ke sia-siaan hidupnya, karena dengan berkebun sangat banyak manfaatnya,” lanjut Gubernur.
Dengan usaha perkebunan, masyarakat jangan pesimis dan mengeluh, karena usaha pertanian dan perkebunan memberikan kontribusi besar kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan negara. ”Barong Tongkok memang memiliki sejarah sebagai lokasi perkebunan, ciri-ciri tanah yang subur seperti di Kubar ini, padahal di Kubar tidak memiliki gunung berapi tetapi kondisinya sangat baik untuk perkebunan dan pertanian. Tanah Kubar yang subur merupakan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan perkebunan dan pertanian,” terang Gubernur.
Karet tidak hanya dipergunakan untuk industri ban, namun saat ini juga dipergunakan sebagai campuran aspal. Karet merupakan salah satu campuran aspal untuk kualitas jalan yang paling bagus. “Petani jangan khawatir, mari pelihara karetnya dengan baik, agar pertumbuhannya bisa berkembang dengan pesat. Dinas Perkebunan Provinsi tentu akan terus memperhatikan untuk memberikan bantuan agar petani bisa mengembangkan perkebunan,” papar Gubernur.
Bantuan yang diberikan semuanya merupakan apresiasi yang diberikan oleh pemerintah Provinsi dan Kabupaten, sehingga bisa melanjutkan pembangunan yang ada. ”Kedepan Kubar sebagai salah satu Kabupaten penyangga Ibu Kota Negara, jika ditarik garis lurus jarak ke Ibukota Negara hanya 75-80 Km, kondisi tersebut harus disyukuri dan kita harus mengambil kesempatan dari saat ini untuk merebut sehingga kita bisa menjadi yang terdepan sebagai daerah pertanian dan perkebunan sebagai penyangga ibukota negara dimulai dari saat ini,” ajak Gubernur.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Ir Ujang Rahmad M Si menuturkan, untuk mendukung perkebunan di Kubar Pemprov Kaltim melalui Dinas Perkebunan, telah mengalokasikan baik melalui dana APBD dan APBN pada tahun 2019-2021 telah melakukan kegiatan perluasan perkebunan kelapa sawit seluas 105 Hektar, perluasan kebun lada 175 hektar, pembangunan kebun induk dan pemeliharaan seluas 3 hektar , perluasan kebun karet seluas 395 Hektar, intensifikasi karet 180 hektar, peremajaan kebun karet 460 hektar, fasilitasi pengolahan karet 2 unit, pembentukan UPPB sentosa, UPPB Sukatani 1 dan UPPB Siram Harapan. Total anggaran untuk pengembangan kebun seluas 1,302 hektar mencapai Rp 13,2 Miliar.
Melihat ketersediaan lahan dan kondisi perkebunan di Kubar memiliki peluang pengembangan komoditas perkebunan selain kelapa sawit. Luas perkebunan karet di Kubar 45,249 hektar dengan tanam tua/tanaman rusak sebanyak 5,609 Ha yang berpotensi untuk diremajakan. Dan sebagian besan perkebunan karet di Kubar merupakan program PRTE pada tahun 1990-1990 dan dilanjutkan dengan proyek TCSSP tahun 1992, sehingga memang usia karet di Kubar saat ini sudah dua puluh tahun lebih dan usia tersebut memang harus diremajakan.
Dengan luasnya lahan peremajaan maka ada potensi ketersediaan lahan untuk tumpang sari, dimana di sela tanaman karet bisa ditumpang sari dengan tanaman padi gunung, jagung dan lainnya. Oleh sebab itu sangat diharapkan dukungan dari Dinas Pertanian dapat mengalokasi kegiatan secara terpadu di areal perkebunan karet, hal ini untuk menciptakan keberlanjutan pendapatan petani, karena karet yang ditanam baru bisa dipanen pada usia 4-5 tahun.
Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian Kubar Petrus S HUT menjelaskan selain anggaran APBD dan APBN untuk mendukung kegiatan perkebunan di Kubar. Pemkab Kubar melalui Dinas Pertanian mendapat bantuan dari Provinsi Rp 31 Miliar yang dipergunakan untuk peningkatan jalan, pembukaan jalan usaha tani baru, dengan total panjang 7360 Meter, kemudian pembuatan jalan ulin/jembatan, pemberian bantuan pupuk cair per hektar 10 liter. Selain itu ada kegiatan intensifikasi tanaman karet, lada dan Kakao serta tanaman pangan hortikultura yang tersebar di 16 kecamatan se Kubar dengan total luasan 17479 Hektar.
Permasalahan lain yang dihadapi pekebun di Kubar yakni lemahnya kelembagaan dan belum terbentuknya korporasi tani yang mewadahi, upaya pengolahan dan pemasaran yang menyebabkan rantai pasok yang tidak efisien serta rendajnya harga yang diterima pekebun. Disisi lain lemahnya kelembagaan pekebun menyebabkan pola kemitraan belum berjalan dengan ideal.
Mengingat masih tersedianya lahan yang cukup luas, didukung sosial budaya masyarakat Kubar dalam mengelola kebun karet, tentu sangat diharapkan kepada Gubernur Kaltim dan Bupati Kubar dapat memberikan dukungan dan alokasi anggaran dengan program perluasan intensifikasi dan peremajaan kebun disertai dengan kegiatan untuk meningkatkan kualitas pasca panen serta dukungan pemasaran. Perbaikan jalan produksi perkebunan Dinas Pertanian siap mendukung untuk mengembangkan ekonomi masyarakat melalui usaha perkebunan.(hms10)