GENERASI BANGSA : Dra. Hj. Isdalena Arkan (enam kanan, deretan belakang) didampingi Maisarah (tujuh kanan), para guru dan siswa, usai menerima ijasah tahap II, di PAUD Terpadu ABA, Kelurahan Melak Ulu.
SENDAWAR-Peran guru dan orang tua, sangatlah penting untuk mencetak anak-anak yang bermental kuat, cerdas dan religius.
“Untuk itu, perlunya pendampingan mentalitas anak agar terhindar dari pengaruh negatif, sehingga anak menjadi generasi bangsa yang baik,”kata Pembina Aisyiyah Isdalena.
Dia menyampaikan ini, pada penerimaan ijasah siswa Paud Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) tahap II, di PAUD Terpadu ABA, di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, belum lama ini.
Pendampingan dan pembinaan tersebut berupa, menanamkan pendidikan agama mulai sejak dini. Paling utama basic dasar adalah agama. Kalau pendidikan agama anak itu baik, diusia dini. Maka saat anak beranjak remaja atau dewasa anak-anak tersebut akan baik.
Anak biasanya suka mencontoh orang yang lebih dewasa termasuk orang tua. Lakukan kebiasaan baik seperti, shalat berjamaah dan bergotong royong membersihkan rumah dan lainnya.
Lakukan terus pendampingan anak saat belajar ataupun bermain gadget (handphone) untuk mengetahui hal baru dimulai dari penjelesan orang tua. Kembangkan hobi anak yang positif, diantaranya menari dan melukis. Sehingga bakat dan keterampilan anak akan terasah.
Jangan pernah menghukum anak atas kesalahannya dengan hukuman berat, karena jiwa sang anak masih dalah tahap perkembangan. Sehingga didikan yang terlampau keras akan membentuk pribadi anak yang keras dan pemberontak.
Sesibuk apapun, sebagai orangtua harus dan wajib memberi perhatian pada sang anak. Kebersamaan keluarga sangatlah diperlukan, apalagi dimasa anak-anak dalam pertumbuhan. Ibarat anak seperti kertas putih yang suci, pengaruh lingkungan lah termasuk pendidikan orang tua yang akan memberi warna tersendiri pada pribadi anak tersebut. Anak akan menjadi generasi dambaan dan membanggakan bila kita berhasil dengan pendidikan agama.
Saya juga mewakili orang tua siswa menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah dan para guru yang sudah membina anak-anak. Betapa susahnya mengurus anak-anak, coba liat apapun yang kita bicarakan mereka (siswa) tetap bermain dengan dunianya,”terangnya.
Kepala PAUD Terpadu ABA Maisarah mengatakan, meski kondisi pandemi covid-19 belum berakhir. Kami terus semaksimal mendidik anak-anak baik secara online, maupun mendatangi dan bertatap muka ke rumah masing-masing siswa.
Anak-anak jangan dibiarkan lengah dan bermain sendiri tanpa ada pengawasan dari orang tua. Sempatkan lah bercengkraman dan mendidik anak saat di rumah. Kebiasaan anak yang baik diteruskan.“Semoga anak-anak kita semua sukses,”ucapnya. (hms6)