Disdik :Kepala Dinas Pendidikan Silvanus Ngampun Didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Menandatangani Dan Menerima Dokumen Yang Ditandatangani Mahasiswa Ikatan Dinas Yang Diserahkan Orang Tua Wali Mahasiswa.
SENDAWAR - Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan konsen atau tugas yang diberikan Pemkab Kubar melalui Dinas Pendidikan, dalam hal ini untuk mewujudkan Visi pembangunan dan peningkatan SDM secara khsusus menjadi lokus pembangunan untuk tahun 2020, namun sejak awal pemkab Kubar melalui Dinas Pendidikan sudah terus memperhatikan hal ini.
Dalam upaya menyukseskan Visi Pembangunan dibidang peningkatan kualitas SDM, Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi stimulan biaya belajar dan penandatangan PKS Mahasiswa ikatan dinas yang dilaksanakan di Ruang Diklat kantor Bupati lantai III, diikuti oleh para mahasiswa dan orang tua wali mahasiswa, seta dibuka langsung oleh kepala Dinas Pendidikan Silvanus Ngampun, Senin (13/1).
Lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan Silvanus Ngampun menuturkan, guna terwujudnya Kubar yang semakin adil, mandiri, sejahtera, berasaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dimana peningkatan SDM melalui sekolah yang merupakan tugas pokok Disdik, disamping itu juga Disdik memperhatikan peningkatan SDM yang sudah lepas dari sekolah. Karena tugas Dinas Pendidikan yang ada di Kabupaten mulai dari TK-SMP yang menjadi kewenangan Kabupaten, namun untuk SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan Provinsi, oleh sebab itu jangan heran terkait pendidikan di SMA apalagi perguruan tinggi tidak menjadi tugas pokok Disdik Kabupaten.
Namun demikian Pemkab Kubar tidak melepaskan semua tanggungjawab tersebut, secara undang-undang kewenangan ada di Provinsi, namun pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan tetap memperhatikan dan mendukung program peningkatan SDM setelah lulus SMP, yakni dalam bentuk beasiswa dan stimulant biaya belaja bagia siswa siswiu SMA dan para masiswa.
Selain itu juga Disdik membantu memberikan informasi-informasi, terkait perguruan tinggi di pulau jawa yang menawarkan kerjasama beasiswa utusan daerah. Seperti dari IPB yang bersedia bekerjasama untuk mempersiapkan tenaga-tenaga trampil dalam bidang pertanian dalam arti luas, inilah yang kita persiapkan sekarang dan semoga hal ini bisa terwujud sehingga kubar nantinya memiliki tenaga ahli dibidang pertanian sebagai penggerak dibiang pertanian.
Kubar kedepan masuk sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara, oleh sebab itu kita perlu mempersiapkan SDM untuk meningkatkan dibidang pertanian sehingga nantinya hasil pertanian kita berkualitas dan bisa diterima oleh pasar. Kita harapkan pertanian kita maju seperti di Thailan itu semua berkat tehnologi, sekali lagi dengan kita memilki tenaga ahli, pertanian kita bisa maju .
Silvanus Ngampun menambahkan, ditahun 2019 Pemkab Kubar melalui Disdik juga telah melakukan kerjasama dengan Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN), dan pada 18-19 Januari mendatang akan diadakan seleksi untuk masuk ke SMA Taruna Nusantara dan kita harapkan anak-anak kubar bisa masuk disana. Dengan harapan kedepan siswa yang lulus dari SMA Taruna Nusantara bisa masuk Di Akademi Militer, Akpol sehingga orang Kubar kedepan juga ada yang menjadi Jenderal. Saat ini Pemkab Kubar melalui Disdik terus memperjuangkan agar kita meiliki akses, selain itu juga Pemkab Kubar mencoba melakukan kerjasama dengan Sekolah Krida Nusantara. Untuk kerjasama dengan LPTTN kita targetkan ada 5 siswa, target tersebut kita harapkan bisa kita capai
Dengan persiapan diri dari saat ini kita tidak tergusur, oleh sebab itu kita perlu persiapkan SDM mulai saat ini. Agar bisa bersaing, dan bagi yang sudah mendapatkan kesempatan jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Saat ini pendidikan kita masih sangat jauh ketinggalan, oleh sebab itu kita mengirim mahasiswa untuk berkuliah agar setelah selesai pendidikan, mereka nanti bisa mendongkrak meningkatkan udtu pendidikan di Kubar.
Terkait bantuan yang diberikan ada dua, yang pertama adalah beasiswa, dimana beasiswa ini adalah biaya sepenuhnya ditanggung oleh pememerintah, meskipun ditanggung sepenuhnya tidak berarti seluruh biaya kehidupan ditanggung, tetapi paling tidak biaya pendidikan, dan makan ditanggung oleh pemerintah, dan selebihnya ditanggung oleh orangtua.
Kedua adalah stimulan biaya belajar, stimulant artinya membantu. Untuk stimulant berlaku hanya satu kali saja, jika memenuhi syarat makan ditahun berikutnya bisa mendapatkan kembali, dan jumalah bantuannya juga hanya cukup untuk membayar biaya pendidikan biaya satu semester, dan tahun ini kita naikan biaya pendidikan, stimulant tersebut kita inginkan agar anak-anak yang kurang mampu bisa dibantu serta banyak peluang mendapatkan pendidikan dengan dana stimulant, dan ini berlaku dari SMP, sedangkan SD berlaku untuk yang berprestasi dibidang akademik saja.
Silvanus Ngampun juga memaparkan, untuk ikatan dinas tentu ada perjanjian-perjanjian yang disepakati jika gagal karena kesalahan sendiri seperti malas-malasan kuliah, narkoba dan sebagainya maka yang bersangkutan dan keluarga harus mengganti biaya tersebut, dalam pasal-pasal perjanjian yang sudah disepakakati bersama.
Dalam kesempatan tersebut Kadisdik meminta para orang tua untuk sama-sama mendampingi putra-puti kita yang sudah mendapatkan kesempatan ini, agar kedepan mereka bisa sukses dan berhasil dan pulang bisa menjadi pelopor-pelopor pembangunan.
“Para mahahiswa jangan ketika pulang nanti hanya berharap menjadi pegawai pemerintah, tetapi yang kita harapkan para generasi muda yang lulus selain sebagi orang pintar tetapi bisa menjadi pelopor pembangunan dan bisa membuka lapangan kerja sendiri dan tidak hanya bergantung kepada pemerintah. Kuliah jangan hanya mencari nilai yang bagus saja tetapi juga harus memiliki keterampilan untuk membuka peluang usaha baru,” terang Silvanus Ngampun.(hms10)