PARTISIPASI : Bupati Kubar FX Yapan memipin rapat bersama pimpinan perusahaan terkait pembahasan kondisi terkini perkembangan dan penanganan covid-19 di wilayah Kubar melalui zoom meeting, di Ruang Rapat Koordinasi Lantai 3 Kantor Bupati Kubar.
SENDAWAR-Kebutuhan masyarakat akan oksigen saat ini sangat tinggi. Hal ini seiring kian melonjaknya jumlah penderita covid-19, di wilayah Kubar. Untuk itu, Pemkab meminta partisipasi bagi perusahaan tambang, perkebunan, perkayuan dan swasta bisa membantu oksigen.
Kami tidak mematok berapa perusahaan bisa membantunya, karena kebutuhan akan oksigen saat ini sangat dibutuhkan dan mendesak. “Satu hari kita butuh oksigen ini, untuk kebutuhan RS itu sekitar 160 tabung oksigen baik yang covid-19 maupun tidak covid-19,”kata Bupati Kubar FX Yapan.
Dia menyampaikan ini, pada rapat bersama pimpinan perusahaan terkait pembahasan kondisi terkini perkembangan dan penanganan covid-19 di wilayah Kubar melalui zoom metting, di Ruang Rapat Koordinasi Lantai 3 Kantor Bupati Kubar, pada 12 Juli 2021.
Karena ini banyak pasien dari karyawan perusahaan juga membutuhkan oksigen. Beberapa hari yang lalu, stok tabung oksigen terbatas syukur ada tabung yang datang. “Saya berharap perusahaan peka akan hal ini dan bisa menolong terhadap situasi covid-19 ini,”ujarnya.
Bupati mengatakan, untuk kondisi covid-19 di Kubar saat ini, orang yang terkonfirmasi positif dan meninggal semakin meningkat per harinya. Untuk menekan angka covid-19 ini, perlu disampaikan kepada pihak manajemen perusahaan agar cuti kerja bagi karyawan yang belum mengambilnya, untuk ditunda dulu.
“Bagi karyawan yang sudah cuti dan berada di luar Kubar, tolong tidak usah dulu pulang ke Kubar. Hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Kaltim,”tegasnya.
Selain itu, kami meminta perusahaan harus menyediakan rumah atau tempat isolasi mandiri. Apakah itu di basecamp nya atau di kampung? “Untuk tenaga medisnya, bisa bekerjasama dan komunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes),”ucapnya.
Bagi perusahaan agar melakukan vaksinasi mandiri atau gotong royong untuk karyawannya masing-masing. Nanti untuk vaksinasi bisa bekerjasama dengan Dinkes. Untuk perusahaan yang sudah melakukan vaksinasi akan kami laporkan ke pusat.
Kepala Dinkes Kubar Dr Rita Sinaga memaparkan, sampai tanggal 11 Juli 2021 ada sekitar 4.400 orang kasus konfirmasi. Terjadi lonjakan pada tahun 2021 ini. Terlihat satu minggu terakhir, sangat banyak tingkat terkonfirmasi.
Yaitu, pada 7 Juli 2021, ada 33 orang, 8 Juli 2021 ada 42 orang, 9 Juli ada 74 orang, pada 10 Juli 2021 ada 63 orang dan pada 11 Juli 2021 85 orang. Serta tingkat kematian meningkat sekitar 74 orang meninggal untuk wilayah Kubar.
Pada saat ini, ada 21 orang yang masih dalam perawatan di RSUD HIS termasuk kategori sedang dan sangat berat. Kita juga melayani pasien dari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) jumlahnya ada 76 orang.
Kapasitas RSUD HIS saat ini terbatas (sudah penuh) dan kita akan berusaha membuka ruang transit dan aula yang berada di RSUD HIS dan daya tampungnya sekitar 30 pasien. Kalau sampai membludak, kita akan membuka kembali di Asrama Paskibara dan kapasitas sekitar 20 orang. “Mudah-mudahan tidak membludak,”harapnya.
Dia mengungkapkan kendala yang dialami dan sangat dibutuhkan oleh pasien adalah oksigen. Untuk satu truk memuat sekitar 80 tabung oksigen. Kejadian beberapa hari lalu, ada kendala teknis dimana truk yang membawa tabung oksigen macet dalam perjalanan menuju ke Kubar dan kami meminta bantuan kepada BPBD untuk membantu mengangkut tabung oksigen itu ke RSUD HIS. ”Karena oksigen ini sangat diperlukan untuk pasien covid-19 ini,”ujarnya. (hms6)