Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Lakukan Responsif Darurat Kepada Anak Alviano Dava Raharjo

  • Selasa, 27 Juli 2021 - 14:31:05 WIB
  • Administrator
Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Lakukan Responsif Darurat Kepada Anak Alviano Dava Raharjo

Darurat --- Kementerian Sosial RI Melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Budi Luhur Di Banjarbaru Melakukan Kunjungan Kerja Ke Kubar Untuk Melakukan Responsif Darurat  Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus.

SENDAWAR – Kementerian Sosial RI melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Budi Luhur di Banjar Baru, dalam kunjungan kerjanya di Kubar didampingi Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat melakukan Responsif Darurat terhadap anak Alviano  Dava Raharjo  yang memerlukan perlindungan khusus . Senin (26/7).

Alviano yang mendapat perhatian khusus dari  Direktorat Jenderal Rehabilitasi Kementerian Sosial tersebut merupakan anak yatim piatu, setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar ganasnya Covid-19. Saat ini Alviano yang akrab disapa Vino tinggal sebatang kara melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Kampung  Purworejo Kecamatan Tering.

Lebih lanjut Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Herry Pawoko  menuturkan,  merupakan bukti perhatian dari Kementrian Sosial RI.”Ini juga menanggapi viralnya pemberitaan di media sosial, sehingga menjadi perhatian yang luar biasa, sehingga melalui Balai Budi Luhur melakukan respon darurat secara cepat dalam penanganan anak Alviano  Dava Raharjo . Dan dari hasil asesmen yang dilakukan kondisi Vino sudah membaik, serta sudah menjadi perhatian stakeholder di Kubar, baik peran serta dari Dinsos , Koramil, Polsek, Kecamatan dan Puskesmas sangat luar biasa yang memberikan penanganan terhadap Vino,” terang Herry Pawoko.

Sekali lagi dalam kesempatan tersebut  Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Herry Pawoko  mengucapkan terimakasih kepada seluruh Stakeholder dan pemkab Kubar, serta juga diharapkan Vino merupakan masalah terakhir,  tidak terjadi lagi muncul vino-vino yang baru.

Selanjutnya kita berharap permasalahan vino tidak akan berkembang, dimana saat ini masih dalam keadan pandemi Covid-19 yang tidak menentu dan belum tahu kapan berakhir, sehingga kedua orang tua Vino menjadi korban. Oleh sebab itu menjadi perhatian yang sangat luar biasa bagi kementerian sosial dan kehadiran di Kubar merupakan bukti dan wujud nyata dari kementerian sosial sehingga masalah vino bisa diselesaikan baik.

Herry juga berharap dalam pengasuhan  dan perawatan yang terbaik terhadap Vino adalah keluarga, oleh karena itu dimohon Dinas Sosial Kubar dan melalui tenaga kerja sosial dan PKH bisa mengkoordinasikan dengan Dinas Sosial Sragen dimana kedua orang tua Vino Berasal dari Sragen sehingga Vino bisa terselamatkan. “Karena vino merupakan anak generasi kita yang harus dipelihara dan kita besarkan secara bersama-sama, serta kesanggupan dari keluarganya untuk mengasuhnya, dan kedepan kita akan mempertemukan vino dengan keluarganya yaitu neneknya,” ungkap Herry.

Secara khusus sekali lagi Herry menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan pemkab Kubar yang sudah proaktif memberikan penanganan terhadap vino. Hal ini pula yang menjadi bahan laporan kepada Menteri Sosial, bahwa kehadiran saat ini di Kubar bersama semua stakeholder ternyata permasalahan vino sudah dapat diselesaikan dengan baik, saat ini tinggal menunggu waktu untuk menyatukan dengan keluarga. Karena untuk Isolasi mandiri juga sudah selai dan segi pelayanan kesehatan sudah terlayani dengan baik, serta dari relawan juga sudah banyak memberikan bantuan langsung kepada vino.

Sebelum menutup Herry juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membesar-besarkan, Covid-19 itu ada dan wajib menjaga dan disiplin Protokol kesehatan  dan jika sudah dinyatakan sembuh maka Vino sdh harus bisa diterima kembali di tengah dan bersosialisasi di masyarakat, dan masyarakat tidak mengasingkan. Dan jika sudah dinyatakan sembuh tentu sudah bisa kembali ditengah masyarakat  jangan sampai ada penolakan dari masyarakat.(hms10)

 

  • Selasa, 27 Juli 2021 - 14:31:05 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya