Tercemar :Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan memimpin langsung Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pencemaran Sungai sungai Lejiu Putih Kampung Muara Nyahing Kecamatan Damai
SENDAWAR – Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan SE bersama Dinas Lingkungan Hidup melakukan rapat koordinasi dengan PT GBU sebagai tindak lanjut tercemarnya Sungai Lejiu Putih Berlumpur Kampung Muara Nyahing yang masuk ke Sungai Kedang Pahu Kecamatan Damai,Jumat (13/8).
Rapat yang dipimpin langsung Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE yang dilaksanakan di Ruang Rapat Koordinasi kantor Bupati lantai III disepakati untuk dilakukan penghentian aktivitas sementara di areal-areal sekitar lokasi yang menimbulkan dampak lingkungan, khusus di lokasi sebagai sumber pencemaran. Turut hadir Anggota DPRD Kubar, Camat Damai dan Jajaran Manajemen PT GBU.
Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE menambahkan sanksi yang diberikan kepada perusahaan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 pasal 76 yakni Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.
Adapun sanksi sebagai konsekuensi administrasi berupa paksaan Pemerintah kepada perusahaan untuk memperbaiki fasilitas di sekitar lahan yang diKupas/len kliring sehingga tidak terjadi luapan lumpur sampai ke Sungai Lejiu Putih, apabila hal tersebut sudah dilakukan dan diyakini aman baru kegiatan bisa dilaksanakan kembali. Oleh sebab itu untuk saat ini semua aktivitas yang dekat dengan sungai dihentikan, dan minimal jarak dengan sungai 50 meter tidak ada kegiatan.
Untuk lokasi berada di sekitar kampung Muara Nyahing Kecamatan Damai yang berada dianak Sungai Leju Puti, secara pisik warna sungai yang berubah dan kandungan Total Suspended Solid (TSS) yang sangat tinggi.”Untuk sekelas sungai Nyahing kelas dua maksimum TSS 50 namun yang terjadi TSS mencapai 600 dan cukup tinggi, untung saja tidak terlalu berdampak hingga nyawa hilang namun dampak sangat besar bagi warga masyarakat di sepanjang sungai tersebut,” kata Wabup.
Salah satu parameter kualitas perairan yang diduga berubah adalah Total Suspended Solid (TSS). Total Suspended Solid (TSS) merupakan zat padat (pasir, lumpur, dan tanah liat) atau partikel tersuspensi dalam air dan dapat berupa komponen hidup (biotik) seperti fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi, ataupun komponen mati (abiotik) seperti detritus dan partikel anorganik.
Sekali lagi Wakil Bupati mengingatkan kepada pihak perusahaan agar sebelum melaksanakan kegiatan betul-betul harus sesuai dengan Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) betul-betul aman. Dan hal seperti ini diharapkan tidak terulang kembali dan perusahaan diminta langsung memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Dalam kesempatan tersebut dalam penanggulangan keruhnya sungai perusahaan juga sudah menyiapkan sumur-sumur air bersih dengan pompa di beberapa kampung di wilayah kecamatan Damai, sebagai langkah cepat penanganan. Dan saat ini untuk sumur-sumur air bersih sudah dikoordinasikan pihak kecamatan dan PT GBU.(hms10)
Ketua Tim Penggerak PKK Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan mengatakan, dapur umum tersebut diperuntukan bagi Warga yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) dalam kawasan Ibu Kota Kabupaten, mulai dari Kecamatan Barong Tongkok, Sekolaq Darat, Melak hingga Kecamatan Linggang Bigung.
"Dalam pelaksanaannya, untuk di dapur umum Kasih Takaq ini, selain dari anggota PKK sendiri, kita juga melibatkan sejumlah komunitas, mulai dari komunitas motor, sepeda, duta wisata, mahasiswa KKN, hingga komunitas pegiat wisata, untuk membantu memasak dan mengantarkan makanan ke rumah saudara-saudara kita yang saat ini tengah menjalani Isoman,"kata Yayuk
Kegiatan dapur umum ini, lanjutnya dilakukan hingga akhir bulan Agustus mendatang. Melihat kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Kutai Barat. "Kita lihat nanti, Apakah masih meningkat atau sebaliknya menurun. Harapan kita, semoga tidak ada lonjakan lagi. Sementara kalau untuk pendanaan kegiatan dapur umum ini, selain dari PKK sendiri, ada juga dari komunitas-komunitas dan sukarelawan atau perorangan yang mau bersama-sama untuk berkontribusi,"lanjut Yayuk
Menurutnya, kegiatan di dapur umum Kasih Takaq PKK Kubar ini, berlangsung dua kali dalam seminggu. Melayani masyarakat yang menjalani Isoman dalam empat wilayah Ibu Kota Kabupaten secara bergantian menyesuaikan data yang diterima dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kutai Barat "Jadi pelayanan dapur umum Kasih Takaq ini kita laksanakan dua kali seminggu yaitu hari Senin dan Kamis. Kalau untuk data yang Isoman, kita sudah dapat dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di kecamatan dalam kawasan Ibu kota Kabupaten. Nah untuk kegiatan perdana hari ini, kita laksanakan di Kecamatan Barong Tongkok, itu datanya sekitar 180 orang lebih, dan makanan yang kita siapkan ada 200 kotak,"ungkap Yayuk
"Kalau untuk menu-nya kita juga berganti-ganti. Seperti hari ini, ada ayam goreng, sayur bening, dan buah-buahan. Selain itu ada juga kita berikan minuman untuk menjaga daya tahan tubuh seperti minuman brotake atau bawang bromot dan You-C1000,"tambah istri orang nomor satu di Kutai Barat itu.
Melalui kegiatan sosial yang dilaksanakan organisasi kewanitaan tersebut, Yayuk berharap masyarakat lainnya ikut bergotong royong, bahu membahu, membantu sesama yang membutuhkan dalam gerakan kepedulian terhadap bencana nasional, khususnya di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. "Ayo kita saling berbagi dengan masyarakat yang sangat membutuhkan di masa pandemi covid-19 ini. Dan saya juga berharap kita bisa bergotong royong, bergandeng tangan melakukan hal-hal yang bisa membantu, khususnya dalam membantu pemerintah menangani Pandemi covid-19 di Kutai Barat ini,"tandasnya.(HMS36)