Tatap Muka :Sekretaris Kabupaten Ayonius Memimpin Langsung Rapat Belajar Tatap Muka Secara Terbatas
SENDAWAR – Belajar tatap muka secara terbatas segera digelar di sejumlah kota, termasuk di Kubar. Dimana sejumlah daerah termasuk Kaltim sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 diizinkan untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas mulai September, Selasa (31/8)
Lebih lanjut Sekretaris Kabupaten Kutai Barat Ayonius Sp MM didampingi Plt Asisten I dan Kepala Dinas Pendidikan menjelaskan, untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas dinas pendidikan harus memastikan terlebih dahulu kesiapan sekolah-sekolah dan vaksinasi covid-19 menjadi syarat utama bagi para tenaga pendidik. Rapat koordinasi yang dilaksanakan di Ruang Diklat Kantor Bupati Lantai III turut dihadiri Plt Asisten II, kepala Dinas Kesehatan, Perwakilan BPBD serta Kepala Bagian dilingkungan Setkab.
“Kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas mau tidak mau memang harus kita lakukan, dimana kita melihat di Jakarta juga sudah mulai melaksanakannya. Memang banyak dilema yang disampaikan di media sosial di daerah lain ada masyarakat yang protes, oleh sebab itu tugas/peran kita semua sebagai aparat pemerintah untuk meyakinkan masyarakat tentang pembelajaran sehingga sangat diharapkan Dinas Pendidikan bisa menentukan sekolah mana sebagai sampel yang memang betul-betul siap untuk memulai pembelajaran secara tatap muka secara terbatas,” terang Sekda.
Sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas harus betul-betul sudah menyiapkan sarana pencuci tangan dan lainnya, dan kegiatan tersebut juga harus terus dipantau jangan sampai setelah berjalan Protokol kesehatan menjadi kendur.”Disdik harus melihat kesiapan sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, serta mengadakan pertemuan dengan beberapa kepala sekolah baik langsung atau melalui virtual meminta kepada kepala sekolah terkait kesiapan sekolah-sekolah,” harap Ayonius.
Pandemi Covid-19 tidak bisa kita anggap enteng, oleh sebab itu sekali disdik harus mempersiapkan dengan matang. Dengan cara memantau kesiapan sekolah, dengan cara berkoordinasi dengan kasi pendidikan kecamatan dan para pengawas, selanjutnya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan baik melalui dengan Pustu, maupun Puskesmas untuk sama-sama memantau perkembangan belajar mengajar di daerah masing-masing.
Sekali lagi dengan kondisi saat ini, diharapkan Dinas Pendidikan bisa mendesain pola belajar mengajar dan berdayakan pengawas TK, SD dan SMP. Dan harus bekerjasama dengan Puskesmas dan Dinkes, sebagai antisipasi jika disekolah terjadi ada yang positif maka kita sudah memiliki langkah yang kita buat.”Jika kita tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dimana Kubar sudah termasuk daerah yang masuk dalam level 3, namun dalam pelaksanaannya perlu pengawasan yang ketat,” tegas Ayonius.
Ayonius juga mengharapkan, ini merupakan awal yang baik buat Kubar. Mari bekerja dengan baik, karena peran pemerintah memberikan kesadaran kepada masyarakat. Walaupun kedepan ada pro dan kontra ditengah masyarakat namun kita berharap dengan pengawasan yang ketat bisa meminimalisir kendala dan permasalahan kedepan.
Kata kunci saat ini, jam belajar tatap muka secara terbatas harus kita lakukan. Sekali lagi diharapkan kita bisa memberikan pengertian kepada masyarakat melalui siswa. dan terima kasih Disdik sudah membuat petunjuk teknis pembelajaran tatap muka, yang tentunya diharapkan satgas Covid-19 Kecamatan hingga kampung ikut mengawasi dan bergotong royong untuk membantu dinas pendidikan dimana pekerjaan yang berat ini tanpa dukungan dari semua pihak tidak akan bisa berjalan.(hms10)