Targetkan Angka Stunting Di Kubar Turun Menjadi 10 Persen

  • Kamis, 30 Juni 2022 - 14:21:34 WIB
  • Administrator
Targetkan Angka Stunting Di Kubar Turun Menjadi 10 Persen

Rembuk Stunting: Wakil Bupati H Edyanto Arkan Menyerahkan Cinderamata Dan Tandatangani Komitmen Percepat Penurunan Angka Stunting Di Kubar.

SENDAWAR – Rambuk stunting bangun komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kubar, dengan target pada tahun 2024 angka stunting di Kubar turun menjadi 10 persen. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE ketika membuka kegiatan rembuk Stunting dalam rangka pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang dilaksanakan di Aula Islamic Center Melak, Kamis (30/6).

Penanganan stunting ini telah menjadi perhatian bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Kubar oleh sebab itu semua elemen harus berkolaborasi dalam penanganan stunting.”Saya memiliki harapan besar agar angka stunting di Kabupaten Kutai Barat dapat terus di tekan,” harap Wabup. Turut hadir perwakilan Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim, Kepala Pengadilan Agama Kubar, Kepala PD, Perwakilan Kodim dan Polres, Camat, Lurah dan petinggi dilingkungan pemkab Kubar.

Dalam kesempatan yang sama Syahrul Umar SE M Si mewakili Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim menyampaikan melalui Rembuk Stunting di Kubar dengan Tema penguatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui percepatan penurunan stunting dengan sinergitas kerja tim percepatan penurunan stunting.

Syahrul Umar juga menuturkan, keluarga merupakan unit terkecil didalam masyarakat, dimana perkembangan keluarga merupakan salah satu isu tematik dalam pembangunan nasional. Karena pembangunan nasional berakar pada elemen keluarga, keluarga yang berkualitas dimaksud adalah keluarga yang dibentuk atas perkawinan yang syah dan bercirikan sejahtera sehat dan maju, serta memiliki anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan SE menyampaikan dengan keadaan Covid yang sudah menurun saat ini kita harus mensyukuri sehingga upaya kita menurunkan stunting yang ada di Kubar bisa berjalan.”SDM merupakan faktor penting dalam pembangunan bangsa termasuk di Kubar, oleh sebab itu kita patut bersyukur Kubar termasuk 4 kabupaten kota dibawah rata-rata Stunting tingkat Provinsi dan Nasional, namun hal tersebut tidak lantas membuat kita berbagangga namun perlu kerja keras, sehingga stunting di kubar terus menurun,” tegas Wabup.

Dengan persentase stunting Kubar berada di bawah Provinsi, dan prevalensi 2021, 15 persen, maka target di tahun 2022 bisa turun lagi di angka 14 persen dan tahun 2023-2024 bisa di angka 12 persen hal ini tentunya bisa kita capai jika faktor-faktor yang mendukung penurunan stunting bekerja secara maksimal dan normal, seperti tim Kabupaten, tim penurunan stunting Kecamatan dan Kampung, apabila semuanya bisa bekerja dengan baik maka di akhir masa tugas Bupati dapat tercapai.

“Hari ini saya juga merasa sangat bangga melihat kehadiran tim yang ada, betul-betul berkomitmen dimana semua komponen bersama-sama bekerja menurunkan stunting di Kuba. Karena dari 16 kecamatan di kubar di 13 kecamatan masih terdapat stunting, sehingga diharapkan pada tahun 2024 semua kecamatan atau minimal 50 persen kecamatan se kukar tidak ada lagi stunting, dimana saat ini hanya 3 kecamatan yang tidak terdapat stunting,” harap Wabup.

Salah satu faktor penurunan stunting di Kubar, khususnya Gizi di Kubar tidaklah daerah tandus namun kubar merupakan daerah subur. Tanah, sungai bisa memberikan gizi yang cukup kepada masyarakatnya, namun mengapa 13 kecamatan masih terdapat stunting, dan kecamatan dalam ibu kota pun terdapat angkat stunting, sekali lagi jika kita lihat karakteristik kecamatan yang ada di Kubar, yang berada di pinggiran sungai tidak kekurangan ikan, yang ada di darat tidak ada daerah yang tidak bisa ditanami sayur-sayuran serta tempat beternak, tetapi dalam hal ini kita patut bertanya dari 16 kecamatan dimana di 13 kecamatan memiliki angka stunting, dengan demikian kita harapkan kecamatan yang memiliki angka stunting lebih dari 2-5 orang para camat bisa melakukan koordinasi bersama lurah, petinggi dan stakeholder di lingkungan tersebut bersama masyarakat dan perusahaan disekitarnya.

Dengan kita mendapatkan lokus di 13 kecamatan maka perlu kita fokuskan lagi lokus di tingkat kelurahan dan kampung agar kita betul-betul mendapatkan siapa orang-orang tersebut sehingga bisa diberikan pendampingan. Selain itu pula yang lebih penting mari kita susun program dan upaya yang serius agar lokus yang ada dan target orang yang beresiko dapat dilakukan program secara menyeluruh.

Kondisi saat ini kita jangan berpuas diri, namun kita harus bekerja lebih keras lagi. Dengan Kehadiran tim stunting tingkat gampong, kecamatan, dan kabupaten tentu kita tidak menginginkan angka stunting semakin tahun bergerak naik, namun kita harapkan terus menurun. Kita mungkin tidak bisa membuat 0 tetapi kita berupaya mengurangi angka stunting saat ini dari 15 persen menjadi 10 persen, sekjali lagi melalui rembuk stunting bisa terbangunkomitmen untuk percepatan penurunan angka stunting di Kubar.(KP10)

 

  • Kamis, 30 Juni 2022 - 14:21:34 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya