KEBERSAMAAN : Bupati Kubar FX Yapan (ketiga kana) didampingi Kepala Kampung Muyub Aket Velik Liq (kanan) bersama tokoh adat dan masyarakat, usai acara puncak adat laliiq ugaal 2019, di Kampung Aket.
SENDAWAR-Bupati Kutai Barat (Kubar) FX Yapan mengimbau para kepala kampung, untuk tepat waktu dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan anggaran 2019.
Mengingat ini, sudah Desember 2019. Jadi LPJ baik penggunaan alokasi dana desa (ADD) dan alokasi dana kampung (ADK) harus disiapkan dan diselesaikan. “Apabila mengalami kesulitan dalam pembuatan LPJ, bisa berkoordinasi dengan Inspektorat Kubar atau dinas terkait,”kata Bupati, pada acara puncak adat laliiq ugaal 2019, di Kampung Aket Kecamatan Tering, Sabtu (7/12).
Pada kegiatan tersebut, bupati bersama Anggota DPRD Kubar Yelmianus Handian dan menyertakan pejabat di lingkungan Pemkab Kubar. Diantaranya, Inspektur Wilayah Kubar Robertus Bellarminus Belly Djuedi Widodo, Kepala BKP2D Nopandel dan Dispar Herman Alung. Berikutnya, Disdagkop dan UKM Salomon Sartono, Dinas Perikanan Kubar Stefanus Alexander Samson dan Sekretaris BP3D Kubar Mudak.
Bupati menambahkan, begitu juga penggunaan ADD dan ADK itu untuk membangun kampung, bukan untuk pribadi. Pengelolaannya pun harus transparan, profesional, dan akuntabel. Setiap dana masuk ke kampungnya, diharapkan kepala kampung melaksanakannya bukan karena keinganan, tetapi kebutuhan.
Perencanaannya, harus dirapatkan secara musyawarah mufakat dan melibatkan pemerintah kecamatan, muspika, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) dan masyarakat. Ini bukan proyek, tetapi swakelola. Jadi jangan mencari keuntungan.
Sementara itu, kalau membangun kampung, carilah prioritas yang dibangun dan jelas outputnya serta outcomenya “Misalkan, membangun infrastruktur dasar, seperti jalan umum. Ini jelas outputnya, untuk kepentingan masyarakat,”terangya.
Maka itu, para kepala kampung diharapkan harus pro aktif, terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan camat dan melibatkan pemerintahan kampung setempat tentang perencanaan pembangunan, di kampungnya,”ucapnya. (hms6