PROSESI ADAT: Bupati Kubar FX.Yapan bersama tokoh adat mengikuti prosesi acara adat Lalii Ugaal dengan mengikuti tarian Nebeq dan Hudoq, di kampung Tering Lama Ulu, jumat (22/11)siang.
SENDAWAR- Bupati Kutai Barat FX.Yapan bersama dengan kepala OPD dan Forkompinda menghadiri acara puncak adat Lalii Ugaal di Kampung Tering Lama Ulu Kecamatan Tering, Jumat (22/11)siang. Prosesi acara dibuka pemberian gelang tangan kepada tamu yang datang oleh adat setempat dilanjutkan dengan tarian Nebeq, Bupati ikut serta dengan tokoh adat, pemuda dan masyarakat mengikuti tarian nebeq dengan diiringi musik gong mengelilingi kampung, tarian berakhir di lamin Kampung tering lama ulu, acara sendiri diakhiri dengan tarian hudoq.
Bupati dalam arahanya menjelaskan “Salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang adalah kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaannya sendiri. Perlu kesadaran akan pentingnya budaya lokal sebagai jati diri bangsa dan selanjutnya menjadi kewajiban bagi setiap lapisan masyarakat untuk mempertahankannya, dimana peran generasi muda sangat diharapkan untuk terus berusaha mewarisi budaya lokal dan akan menjadi kekuatan bagi eksistensi budaya lokal itu sendiri walaupun diterpa arus globalisasi.
Saya selaku Kepala Daerah amat mengapresiasi kegiatan-kegiatan adat yang dilaksanakan dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat termasuk juga acara adat Lalii Ugaal yang rutin di laksanakan di Kecamatan Tering. Pelaksanaan kegiatan adat seperti ini, tentu menjadi salah satu cara untuk melestarikan eksistensi adat istiadat asli juga sebagai upaya pengenalan identitas melalui budaya dan adat istiadat milik Kutai Barat. Perlunya melibatkan generasi muda dalam setiap penyelenggaraan kegiatan yang dapat berdampak pada pelestarian adat istiadat, karena generasi muda akan melanjutkan upaya pelestarian ini di masa mendatang dengan cara menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya sendiri, orang akan termotivasi untuk mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaannya akan tetap terus ada.
Ketua Panitia Bonivasius Satuq mengatakan acara adat Lalii Ugaal adalah acara yang dilakukan oleh adat dayak bahau sebagai ungkapan syukur umur dan kesehatan diawal menanam padi, Masyarakat adat Dayak Bahau mempunyai tradisi unik menyangkut ritual membersihkan dan menyucikan tanah di awal tanam yang bernama laliq ugal, hal ini bertujuan agar tanaman yang ditanam bisa tumbuh subur sehingga masyarakat bisa sehat dan sejahtera”singkatnya.
Petinggi Tering lama ulu, Rudi Evendi “Acara ritual adat lalii ugaal kita laksanakan setiap tahun dan sudah menjadi rutinitas masyarakat dayak bahau, tahun ini kita mengusung tema “bersama kita melestarikan adat lalii ugaal hwang triing yang menjadi warisan leluhur budaya turun-menurun” hal ini tujuannya agar generasi muda untuk tetap bisa terus melestarikan ritual adat dari dayak bahau.(hms36)