Asisten 2 Sekkab Kubar Ayonius bersama pejabat dilingkungan Pemkab Kubar mendengarkan arahan Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim Muhammad Najrin melalui vidcon, di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Kantor Setkab Kubar, belum lama ini.
SENDAWAR-Pemprov Kaltim mengarahkan setiap daerah bisa bekerjasama dalam pemenuhan kebutuhan dan penguatan pangan. Program kerjasama pangan dari setiap daerah, sebagai bentuk pengendalian inflasi di Kaltim.
Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim Muhammad Najrin mengatakan untuk memantapkan program tersebut, Pemprov Kaltim menggelar rapat bersama dengan pemerintah kabupaten/kota melalui video conference (vidcon).
Pada rapat itu, membahas langkah apa saja yang perlu dijalankan oleh masing-masing pemerintah daerah untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan di masyarakat melalui program kerjasama.
Selain itu, ada dua agenda yang dibahas. Pertama, rapat sinkronisasi data produksi lokal, konsumsi serta kebutuhan untuk komoditas pangan. Seperti, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, daging ayam ras dan beras. Kedua, potensi kerjasama antar daerah bahan pangan dengan provinsi/kabupaten/kota di luar Kaltim.
Terpisah, Asisten 2 Sekkab Kubar Ayonius mengatakan berkaitan dengan kebutuhan pangan di Kubar saat ini cukup aman, khususnya di pasar-pasar tradisional wilayah ibukota Sendawar, seperti beras.
Hanya saja, beberapa kebutuhan pangan masih mendatangkan dari kabupaten/kota lain. Seperti, Samarinda, Tenggarong dan Balikpapan. Salah satunya, cabe rawit.
Pemkab Kubar terus menggalakan pengembangan lahan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Diantaranya, Rapak Oros Kampung Linggang Amer Kecamatan Linggang Bigung, Kampung Tutung dan Bongan. “Hal ini untuk mengatasi kebutuhan pangan di masa mendatang,”ujarnya.
Untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kubar, diharapkan perang daerah (PD) terkait khususnya, Distan, Ketapang dan Disdagkop dan UKM terus mencari peluang seperti disarankan oleh Pemprov Kaltim.
Bagaimana pemerintah daerah harus mempersiapkan semua potensi yang ada ini khususnya pengembangan lahan pertanian dan perkebunan yang ada itu, betul-betul diperdayakan.
Bagi para petani khususnya para masyarakat di kampung-kampung, supaya terus mencari peluang-peluang yang ada. Misalnya seperti, menanam sayuran dan lainnya. Karena lahan-lahan masih banyak yang bisa difungsikan untuk pertanian.
Untuk mendukung petani dan masyarakat tersebut, diharapkan juga peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) terdiri PNS, TKK-D dan THL-TB, di masing-masing kecamatan membantunya.
Sehingga perkembangan perekonomian pertanian di Kubar semakin maju dan pemenuhan kebutuhan pasar akan pangan meningkat dan berdampak kepada kesejahteraan petani,”ucapnya. (hms6)