Bencana Kabut Asap Tahun 2020 di Kubar Tak Separah Tahun Lalu

  • Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:36:33 WIB
  • Administrator
Bencana Kabut Asap Tahun 2020 di Kubar Tak Separah Tahun Lalu

Upaya ekstra BPBD Kubar  dalam pemadaman dan pengendalian serta pencegahan karhutla sehingga kabut asap yang dihasilkan di Kubar tahun ini tidak separah tahun lalu. (Istimewa/BPBD Kubar)

SENDAWAR - Tingkat bencana kabut asap yang terjadi di Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2020 cukup menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan hampir tidak ada ditemukan lagi kabut asap pekat dan tebal yang menyelimuti wilayah yang memang rawan terjadi karhutla ini.

 

"Tahun ini cukup menurun drastis dibandingkan tahun 2019 lalu. Hampir tidak terlihat lagi kabut asap tebal dan pekat. Meskipun masih ada terjadi karhutla namun dampak asapnya tidak seperti tahun-tahun lalu," kata Kepala BPBD Kubar, Jenton melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kubar, Agus pada Kamis (22/10/2020).

 

Hal ini menunjukkan upaya yang telah dilakukan oleh BPBD Kubar bersama dinas dan instansi terkait lainnya dalam mengendalikan karhutla cukup berhasil agar tidak timbul dampak lain yakni kabut asap pekat dan tebal yang menyelimuti wilayah. Apalagi saat ini tengah di sibukkan pula dengan upaya pencegahan dan penanganan bencana non alam pandemi Covid-19 yang harus ditangani bersama.

 

Ditambahkan oleh Adi Suseno, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar yang menangani bencana karhutla bahwa upaya ekstra pengendalian dan penanganan ini juga tidak lepas dari kesadaran masyarakat yang cukup meningkat. Khususnya dalam kegiatan membuka lahan dengan cara tradisional (membakar) yang menjadi warisan turun temurun para leluhur adat masyarakat lokal.

 

"Tingkat karhutla tahun ini cukup sedikit bila dibandingkan tahun lalu. Kita belum bisa mengeluarkan datanya secara rinci. Namun bisa dikatakan sangat jauh perbedaannya. Semoga ini bisa tetap terjaga dengan peran serta dari seluruh masyarakat. Mari kita semua sama-sama peduli untuk meminimalisir kejadian karhutla di Bumi Tanaa Purai Ngeriman," tuturnya.(HMS36)

 

  • Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:36:33 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya