Langkah cepat:Wakil Bupati memimpin Rapat penanganan kasus terkonfirmasi positif di wlayah Kubar
SENDAWAR-Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat, Pemkab menggelar Rapat yang melibatkan semua OPD dan Forkompinda melalui Aplikasi zoom (meeting Virtual), mendengar masukan dari berbagai pihak Pemkab dan Tim Gugus mengambil langkah cepat.
Menurut Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan, Pemkab Kubar tidak tinggal diam terus berupaya memutus mata rantai penyebaran, kondisi ini sudah darurat, dan perlu mengambil langkah-langkah penanganan seperti mengaktifkan kembali, posko-posko penanganan dan pencegahan hingga ke kampung-kampung terutama di wilayah perbatasan yang menjadi pintu utama keluar masuk wilayah Kutai Barat. “Camat harus mengkoordinir di kecamatannya masing-masing hingga ke Petinggi dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK),” ungkap Wabup di ruang Aji Tulur Jejangkat(ATJ) Senin 11 Januari 2021
Lanjut, aparat kampung dan kecamatan harus melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu mengatur warganya terutama bagi pelaku perjalanan, dengan ketentuan khusus sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti Rapid Tes, Antigen, Swab Test, tak terkecuali bagi para pejabat dan masyarakat berdomisili.
Wabup mengingatkan bahwa bagi yang melaksanakan acara seperti acara pernikahan, bagaimana caranya tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kemudian para Petinggi dan BPK bisa memberikan pengawasan kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. Dengan ikut berpartisipasi memberikan bantuan logistik ataupun vitamin kepada masyarakat yang melaksanakan isolasi. “Hal ini agar yang mengisolasikan diri tidak keluar, agar tidak terjadi penularan,”tuturnya.
Ditegaskannya juga meminta kepada Satpol PP agar melakukan patroli terus-menerus bersama unsur TNI/Polri, dengan memberikan sosialisasi proyek kepada warga baik di kecamatan maupun kampung-kampung. “Sehingga hal ini dapat menertibkan masyarakat agar tetap patuh pada promkes, dan upaya mencegah Covid 19 segera semakin meluas,”
Sementara menurut data Dinkes, per tanggal 11 Januari 2021, Kasus terkonfirmasi positif mencapai 1.071 orang, meninggal 22 kasus, yang dirawat di RS Pratama 13 orang, Isolasi mandiri 489 orang dan yang telah selesai pengobatan 547 orang. (HMS36)