Penggemukan Sapi --- Kepala Dinas Pertanian Petrus Meninjau Langsung Kelompok Tani Maju Jaya Bersama Kutai Barat.
SENDAWAR – Sebagai tindak lanjut Pelaksanaan MOU Kemitraan Peternak Penggemukkan Sapi Unit Kutai Barat Bersama Koperasi Ternak Berkah Salama Jaya Kalimantan Timur dan PT Pertamina. Kepala Dinas Pertanian Petrus didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kubar Sapriansyah melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Maju Jaya Bersama Kutai Barat, baru-baru ini.
Saat ini sudah ada satu kelompok tani yang berjalan, dan empat kelompok lagi masih dalam persiapan/penyelesaian kandang. Melalui CSR PT Pertamina sudah mendistribusikan bantuan sebesar Rp 2,1 Miliar kepada kelompok tani Maju Jaya Bersama. Dengan dana tersebut dipergunakan kelompok tani untuk membangun fisik kandang, pembelian sapi pejantan yang digemukkan, pakan sapi, obat-obatan.
Dalam kelompok tani tersebut juga ada manajemennya dan sudah lengkap, seperti menimbang sapi setiap hari untuk mengetahui kemajuan berat badan sapi, chopper/mesin pencacah penggiling rumput, fermentasi rumput dan pelayanan medis. Dari hasil evaluasi di lapangan langsung, dari target 120 ekor sapi yang ada baru 116 ekor jadi masih ada kekurangan 4 ekor sapi yang akan segera dikirim, dan untuk fasilitas sudah memadai dan dibangun sesuai standar. Tetapi hanya perlu pembenahan untuk pemanfaatan limbah untuk dijadikan pupuk organik.
Kadistan juga menyatakan dari hasil pantauan langsung kelompok tani Maju Jaya Bersama perlu dibantu pembangunan jalan usaha tani, dimana kelompok tani tersebut kesulitan mengakses lokasi tempat penggemukan sapi karena jalan belum disemenisasi dengan jarak kurang lebih 650 meter.
Dari sisi kelembagaan kelompok tani tersebut sudah sangat kompak seperti bergotong royong membangun kandang, menyediakan pakan dengan penjadwalan yang melakukan pengambilan pakan. Dari lima kelompok yang ikut dalam MOU kelompok tani Maju Jaya Bersama yang lebih dahulu mendapatkan bantuan, dan dari hasil kunjungan di lapangan kelompok tani tersebut akan membangun kandang tambahan untuk memperluas serta menambah arel pakan/kebun rumput.
Untuk pakan/kebun rumput kelompok tani juga sudah menyiapkan lahan yang sudah siap untuk pakan ternak, selain itu juga kelompok tani mengambil rumput di luar areal karena setiap harinya memerlukan kurang lebih 4 mobil pickup setiap harinya untuk pakan ternak. Dalam pengolahan pakan bagi sapi kelompok tani juga sudah diberikan bekal ilmu untuk pengolahan pakan yang benar seperti memfermentasikan, dengan demikian target dalam tiga bulan kedepan proses penggemukan sapi berhasil atau tidak.
Harapan terbesar adalah dengan terbentuknya lima kelompok tani penggemukan sapi ini bisa memenuhi kebutuhan 1600 ekor sapi satu tahun di Kubar bisa terpenuhi.”Kutai Barat memerlukan kurang lebih 1600 ekor sapi setiap tahunnya, semantara saat ini kita hanya tersedia 100-200 ekor, untuk pemenuhan kebutuhan sapi di Kubar didatangkan dari luar Kubar,” kata Petrus.
Saat ini memang baru satu kelompok yang berjalan, oleh sebab itu sangat diharapkan empat kelompok tani yang tergabung dalam MOU bisa mempercepat proses pembangunan kandang agar bisa segera diselesaikan, di kubar nantiya akan ada 5 kelompok tani yang melakukan penggemukan sapi, seperti di Linggang Bigung, Keay, Lambing, Muara Lawa dan Bongan dengan adanya kelompok tani tersebut diharapkan bisa menjadi tonggak Kubar bisa memproduksi sapi pedaging pemenuhan daging sapi di Kubar.
Pemkab Kubar melalui Dinas Pertanian tentunya terus berupaya mendukung kelompok tani yang ada, dengan mengupayakan kelompok tani sehingga akses tani lebih muda, dan harapannya kelompok tani yang ada bisa dicontoh oleh kelompok tani atau masyarakat secara mandiri.
Untuk menuju keberhasilan tentu perlu kerja dan kekompakan seluruh anggota kelompok tani, di dalam manajemen kelompok tani tersebut harus dihitung sampai kenaikan berat badan sapi setiap hari harus dihitung kesehatan dievaluasi, dan kebersihan kandang harus selalu dijaga, sehingga kegiatan yang ada tidak sekedar mendapatkan bantuan. Oleh sebab itu dari sisi teknis dinas pertanian terus membantu petani, terkait kesehatan hewan maupun pakan ternak, sekali lagi Dinas Pertanian siap membantu dengan harapan kelompok tani yang ada mampu memenuhi kebutuhan 1600 ekor sapi setahun di Kubar, paling tidak kita bisa memenuhi kebutuhan di Kubar saja.
Dinas pertanian juga kan membantu mengarahkan para pembeli sapi pedaging untuk membeli di kelompok tani yang melakukan penggemukan sapi.
Seperti yang kita ketahui bersama kubar ke depan juga sebagai salah satu daerah penyangga ibukota, oleh sebab itu perlu kita persiapkan sejak saat ini. Dan target kita dalam dua tahun kedepan kita sudah bisa memenuhi kebutuhan daging sapi untuk Kubar sendiri.
Kita sangat berharap lima kelompok yang ada bisa berhasil, di luar peternak mandiri sehingga peternak yang ada di kampung-kampung bisa melihat peluang dan bisa bergabung dengan memberikan bibit kepada kelompok tani. Kelompok tani penggemukan sapi, selain menggemukan sapi. Kelompok tersebut dalam 20 ekor sapi harus ada 1 ekor betina dengan harapan ada budidaya selain agribisnis, secara teknis kelompok tani sudah menyiapkannya dan dinas pertanian siap untuk mendampingi kelompok tani yang ada.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kubar Sapriansyah menambahkan dalam penggemukan sapi memang benar-benar dihitung jika berat sapi 200 kg maka setiap harinya sapi tersebut membutuhkan 40 kg rumput di luar konstrat, maka akan dilihat bobotnya setiap hari, untuk melihat selisih bobot selama tiga bulan tersebutlah yang akan menjadi keuntungan kelompok tani.
Program penggemukan sapi ini merupakan membuka peluang kepada para petani untuk mengembangkan Hijauan Makanan Ternak (HMT), karena selama ini para petani hanya mengambil rumput untuk pakan ternak, dimana kadar protein kebutuhan makan sangat kecil jika kita mengembangkan HMT maka petani akan diuntungkan dengan pertumbuhan sapi yang cepat, oleh sebab itu menanam HMT memiliki peluang jika dipotong tumbuh lagi, begitu juga banyak lahan tidur di Kubar yang bisa kita manfaatkan/kontrak untuk menanam HMT.(hms10)