Rapat Koordinasi Perkembangan dan Penanganan Covid-19 di Kubar

  • Senin, 03 Mei 2021 - 06:33:41 WIB
  • Administrator
Rapat Koordinasi Perkembangan dan Penanganan Covid-19 di Kubar

Evaluasi Covid -- Bupati FX Yapan Memimpin Langsung Rapat Koordinasi Terkait Dengan Kondisi Terkini Perkembangan Dan Penanganan Covid-19 Di Kubar

SENDAWAR – Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kubar terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kubar dari Januari-April 2021 kasus positif dan meninggal meningkat, dimana sebelumnya pada akhir 2020 kasus sudah menurun, data hingga 28 April 2021 terkonfirmasi 3.298 jumlah akumulasi sejak awal, sembuh 2.845, total dirawat 390, meninggal dunia 63, isolasi mandiri 387 dan yang dirawat di RSUD HIS 3 orang.

Rapat koordinasi terkait dengan kondisi terkini perkembangan dan penanganan Covid-19 di Kubar yang dilaksanakan di Bali Agung ATJ diikuti secara langsung maupun secara Virtual dipimpin langsung Bupati FX Yapan SH, serta dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Kabupaten, Kapolres Kubar, Dandim 0912 Kubar, Asisten I, II serta para kepala PD dan Kepala Bagian dilingkungan pemkab Kubar, Jumat (30/4).

Lebih lanjut Bupati FX Yapan SH menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kubar saat ini dari Januari-April 2021 angkanya meningkat dari sembilan bulan yang lalu, jika kita lihat Maret-Desember tahun 2020. Secara grafik kasus mendatar dan posko saat itu dipusatkan di kota, namun dari januari-april 2021 posko penanganan covid mulai digerakkan hingga ke kampung untuk dilakukan penanganan dan pencegahan bersama.

Seluruh aparat mulai dari kabupaten, kecamatan hingga kampung-kampung  supaya menyikapi dan mengambil suatu keputusan, dimana untuk penanganan covid ini tergantung dari kesadaran masyarakat itu sendiri.

Bupati meminta sesuai instruksi Presiden bahwa kita harus melaksanakan tugas untuk penanganan covid.”Sampai hari ini saya belum pernah mendengar ada rapat-rapat di kampung khusus membicarakan soal penanganan dan pencegahan covid-19, mulai hari ini saya meminta semua kepala kampung harus melakukan rapat staf melibatkan Puskesmas dan BPK untuk membicarakan agar kampung tersebut bisa mengatasi penyebaran covid-19,” ungkap Bupati.

Jangan lengah, tanggung jawab kepala kampung adalah masyarakatnya. Kepala kampung jangan tutup mata, tutup telinga dan jangan tutup hati, karena kepala kampung harus bertanggung jawab terhadap masyarakatnya.

Penyebaran covid-19 bukan main-main, bisa kita  bayangkan saja dari januari-april  2021 sudah ada 43 orang yang meninggal dunia, sekali lagi saya minta data kepada Dinkes Kubar bisa menyampaikan kampung-kampung dan kecamatan mana saja yang masuk zona merah.

Para Camat diharapkan dalam penanganan covid bisa melibatkan Koramil, Polsek dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengatasi masalah covid-19. “Kecamatan dan kampung harus bentuk posko-posko, sekarang tidak ada lagi waktu oleh sebab itu para camat dan petinggi harus tanggap terhadap kondisi saat ini, dimana saya mengharapkan kita semua memiliki tanggung jawab dan kepedulian, serta bersatu dalam penanganan covid-19, mulai dari kampung kepala kampung harus rapat melibatkan RT, RW dan buatkan notulen rapat, satu saat saya akan datang langsung ke kampung untuk menanyakan apakah pernah dilakukan rapat terkait penanganan covid,” tegas Bupati.

Tanggung jawab kita sebagai pejabat adalah melindungi masyarakat, namun kita tidak bisa melakukannya dengan kekuatan sendiri, maka kita harus libatkan tokoh-tokoh masyarakat. “Meningkatnya kasus covid di Kubar tentu akibat dari tidak disiplinnya masyarakat, seperti menggelar upacara adat dan acara pernikahan yang tidak mengikuti standar protokol kesehatan, hal ini harus disampaikan kepada seluruh masyarakat, jika terjadi maka pemerintah kabupaten juga yang disalahkan, padahal masyarakat di kampung itu sendiri yang tidak mengikuti instruksi pemerintah,” terang Bupati.

Kedepan saya akan memantau langsung ke kampung-kampung, apakah di kampung-kampung sudah disiplin atau masih ada yang melaksanakan kegiatan. “Saat ini sudah ada dana desa delapan persen yang bisa dipergunakan untuk penanganan covid-19 selama satu tahun, dan dana tersebut harus dipergunakan sesuai kebutuhan dan tepat agar dananya cukup satu tahun,” ungkap Bupati.

Kampung-kampung semuanya diwajibkan mendirikan posko, apalagi kampung yang masuk dalam zona merah harus diperketat. Masyarakat yang keluar dan masuk harus diawasi dan lebih diperketat jangan dibiarkan saja, sekali lagi saya minta semua mulai dari kabupaten hingga kampung-kampung harus tanggap, dan terima kasih kepada camat serta para petinggi yang sudah mengikuti zoom meeting dimana nanti secara langsung saya akan melakukan pengecekan ke kampung masing-masing.

Sekali lagi Bupati mengingatkan sesuai pesan presiden, jangan lengah. “Seperti yang terjadi di India kasus Covid-19 sudah tidak bisa teratasi lagi, petugas kesehatan juga tidak mampu.  Oleh sebab itu kecamatan dan kampung bisa berkomunikasi dan memberikan instruksi kepada perusahaan-perusahaan, agar karyawan perusahaan tidak keluar masuk. Sebagai langkah antisipasi, dimana pada akhir tahun 2020 sudah menurun tetapi dari januari-april 2021 kasus kembali meningkat, itu akibat dari kelengahan dan ketidak disiplinan,” harap Bupati.

Melalui Satpol PP, TNI dan Polri untuk membubarkan nak-anak muda atau masyarakat yang melakukan kegiatan berkumpul/berkerumun. Kita harus tegas, jika kita tidak tegas penanganan covid di Kubar tidak bisa kita atasi dengan maksimal, dimana sesuai pantauan langsung ketika saya keluar malah masih banyak anak-anak muda yang berkerumun. Dengan demikian para petinggi bisa menyampaikan kepada para orang tua agar menyampaikan untuk menjaga anak-anaknya masing-masing, melalui kepala PD juga bisa menyampaikan kepada seluruh staf agar bisa mensosialisasikan ke keluarga terkait penanganan covid, dan PD juga wajib melakukan rapat terkait penanganan dan pencegahan covid-19.

Bupati juga memaparkan, mulai tanggal 6-17 Mei mendatang tidak mudik atau milir. “Kata mudik di jawa adalah bepergian keluar daerah, oleh sebab itu di Kubar jangan ada yang memplesetkan, jika mudik tidak boleh milir boleh hal itu tidak benar, karena dilarang untuk keluar daerah.  Masa pandemi ini untuk mengucapkan selamat hari raya bisa dilakukan melalui zoom meeting, hal ini dilakukan demi kebaikan kita bersama oleh sebab itu sekali lagi saya minta kesadaran masyarakat, bagi yang tidak sadar akan menanggung resiko,” papar Bupati.

Sekali lagi kita harus disiplin, untuk mengatasi kasus pandemi covid-19 di Kubar. “Tolong kita semua menjaga, dan hal ini wajib dilakukan. Maka kita akan melihat kampung dan kecamatan yang disiplin bisa mengatasi Covid-19 Pemkab Kubar akan memberikan penghargaan kepada kampung yang mampu mempertahankan kampungnya sebagai zona hijau, sekali lagi penghargaan hanya diberikan hanya diberikan kepada kampung yang disiplin dan kampung yang tidak disiplin dan tidak mampu mempertahankan zona hijau tidak diberikan penghargaan, karena keberhasilan tergantung dari masyarakat dan aparat kampung,” kata bupati.

“Saat ini kasus covid tinggi namun masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan/atau acara yang tidak mengikuti protokol kesehatan, inilah penyebab kembali terjadi lonjakan kasus di Kubar. Karena banyak masyarakat menganggap covid hal yang biasa, padahal covid sangat luar bisa dan ini merupakan wabah. Oleh sebab itu mulai hari ini para petinggi menyusun strategi di kampung-kampung  bisa menertibkan masyarakat yang keluar dan masuk serta masyarakat yang membuat kegiatan yang melanggar protokol kesehatan. Dan bagaimanapun instruksi pemerintah pusat, daerah serta aturan yang dibuat jika masyarakat tidak sadar dan tidak mau mengindahkan semuanya, sehingga bagi negara dan daerah yang tidak disiplin covid tetap berlanjut, dan bagi negara dan daerah yang disiplin mau mengikuti instruksi dan mengikuti protokol kesehatan daerah tersebut masuk zona hijau,” tutup Bupati.(hms10)

 

  • Senin, 03 Mei 2021 - 06:33:41 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya