Bupati Himbau Puskesmas Lokus Penanganan Stunting

  • Senin, 19 Agustus 2019 - 09:26:57 WIB
  • Administrator
Bupati Himbau Puskesmas Lokus Penanganan Stunting

Bupati Himbau Puskesmas Lokus Penanganan Stunting

SENDAWAR – Dalam mengatasi dan mencegah masalah stunting pada anak di Kubar, Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja menghimbau Dinas terkait melakukan koordinasi dalam pelaksana anggaran. Dan yang harus diingat Dinas jangan bekerja sendiri-sendiri tetapi harus saling koordinasi, hal tersebut disampaikan Bupati ketika membuka kegiatan  Bursa Inovasi Desa Cluster 2 di Aula Pertemuan Masjid Al Muttaqin Islamic Center Melak, Rabu (31/7).

Lebih lanjut Bupati memaparkan, tahun 2020 sudah ditetapkan bagi desa/kampung sebagai syarat pencairan  Dana Desa (DD) tahap ketiga harus ada laporan kegiatan konvergensi pencegahan stunting yang dilakukan di kampung yang didanai melalui DD, oleh sebab itu seluruh kampung lokus pelaksanaan stunting harus  menganggarkan pencegahan stunting melalui APBDes pada DD.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyatakan pemkab Kubar mendorong kepala kampung, di daerah yang menjadi lokus penanganan nasional, mengalokasikan dana desa untuk mencegah stunting. Menurutnya, angka stunting di Kubar cukup banyak, oleh sebab itu perlu kita cegah agar tidak bertambah. Dan untuk diketahui Pemkab Kubar sangat mendukung kerja sama lintas pemangku kepentingan dalam mengatasi dan mencegah masalah stunting pada anak tersebut.

Terkait kampung sebagai lokus penanganan stunting, kedepan Kubar akan memaksimalkan setiap  puskesmasnya bisa jadi lokus penanganan stunting untuk penerapan penanganan sesuai metode Aksi Cegah Stunting ini. Tidak hanya itu, Pemkab Kubar akan terus mendorong kepala kampung agar menganggarkan dana desa untuk penanganan stunting. Bupati juga meminta Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) untuk memastikan kepala kampung berkomitmen soal ini.

Dia meyakini, dana desa bisa dialokasikan untuk mendukung gerakan pencegahan stunting, oleh sebab itu TP PKK Kampung harus dilibatkan secara aktif. "Dana tersebut bisa dipakai untuk beli timbangan, alat ukur untuk Posyandu, bisa juga untuk pemberian makanan tambahan bagi balita, ibu hamil, dan lansia " katanya.

Selanjutnya bagi kepala desa yang belum menganggarkan dana desa untuk pencegahan stunting, saya yakin hal itu disebabkan karena selama ini tidak ada advokasi yang konkrit kepada mereka."Bukan mereka tidak mau, tapi tidak tahu. Makanya dari forum ini kami punya kesepakatan dengan dinas PPMK, Dinkes, Pertanian dan Perikanan bersama-sama menyasar dan mencegah stunting dengan baik," tutup Bupati.(hms10)

 

  • Senin, 19 Agustus 2019 - 09:26:57 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya