Bupati Jadi Irup Peringatan HLH se-Dunia, di Kubar

  • Senin, 19 Agustus 2019 - 09:11:52 WIB
  • Administrator
Bupati Jadi Irup Peringatan HLH se-Dunia, di Kubar

SENDAWAR-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menggelar upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-Dunia 2019, di Lapangan Sepak Bola, Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (26/7). Bupati Kubar FX Yapan, bertindak sebagai inspektur dalam upacara tersebut.


Dikatakan Bupati, peringatan HLH se-dunia pada 2019 ini, ditandai dengan peringatan World Health Organization (WHO) tentang salah satu
ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia yaitu polusi udara. WHO menyatakan setiap 7 juta orang meninggal karena polusi udara.

Diseluruh dunia tercatat bahwa 9 dari 10 orang terpapar pencemaran udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri pertanian dan pembakaran sampah. “Sehingga tidak heran, jika United National Environment mengangkat tema Kendalikan Polusi Udara (Beat Air Pulution) untuk peringatan HLH se-Dunia pada 2019 ini,”ujar bupati melalui sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya. Sementara secara nasional, digunakan tema relevasi yaitu biru langitku, hijau bumiku. Tema ini menggambarkan upaya untuk mengendalikan polusi udara sangat berkaitan dengan upaya untuk menata bumi menjadi lebih hijau.

Mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor, maka upaya membuat kota menjadi lebih hijau, dengan memperbanyak taman kota, membangun trotoar untuk pejalan kaki, membangun jalur bersepeda seperti Kota Surabaya, Bandung dan kota-kota lainnya. “Upaya ini diharapkan mampu mengurangi polusi dari kendaraan bermotor,”tukasnya.


Selain itu, menekan polusi udara, pemerintah juga melakukan beberapa upaya-upaya diantaranya dengan menerapkan penggunaan bahan bakar bersih. Upaya ini berpotensi menurunkan tingkat emisi karbon dioksida sebesar 55 persen atau 280.721,8 ton per tahun.


Pengurangan emisi sukfur dioksida dan sekaligus memberikan keuntungan ekonomi sebesar Rp1.970 triliun dari pengurangan biaya kesehatan, produksi kendaraan dengan standar antara kendaraan untuk pemakaian dalam negeri dan ekspor, serta pengurangan biaya subsidi bahan bakar selama 25 tahun penerapannya,”paparnya. (hms6)

  • Senin, 19 Agustus 2019 - 09:11:52 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya