Sekolah Lapang :Sekretaris Dinas Pertanian Kubar Nanang Adriani Melakukan Pendampingan Dalam Kegiatan Sekolah Lapang Di Kecamatan Muara Pahu.
SENDAWAR – Dalam rangka mengedukasi petani agar tahun dan mau, untuk meningkatkan hasil pertanian yang memuaskan Dinas Pertanian Kubar bersama Balai Pelatihan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kaltim melakukan Sekolah Lapang (SL) Demplot Padi Sawah dengan menggunakan penerapan teknologi jarak tanam jajar legowo bagi 10 kelompok tani di wilayah Kecamatan Muara Pahu, Rabu (18/8).
Lebih lanjut Sekretaris Dinas Pertanian Kubar, Nanang Adriani menjelaskan kegiatan SL ini merupakan kegiatan APBN yang berlangsung di Kecamatan Muara Pahu, dimana kegiatan tersebut se Kaltim hanya ada dua tempat salah satunya di Kubar yakni di Kecamatan Muara Pahu. Sekolah Lapang Demplot Padi Sawah dengan menggunakan sistem jarak tanam jajar legowo.
Yang terlibat dalam SL tersebut ada 10 kelompok tani, dari 10 kelompok tani yang ada diwakili 5 orang sehingga total keseluruhan kurang lebih 50 orang petani yang terlibat dalam kegiatan SL. Awal kegiatan dimulai dengan datangnya tim dari Provinsi/ Balai Pelatihan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang mana kegiatan tersebut sudah disepakati kelompok bersama pendamping/ penyuluh ditetapkan beberapa kali pertemuan, dan disepakati enam kali pertemuan dan saat ini sudah pertemuan kedua, dan masih ada empat kali pertemuan.
Pertemuan pertama mengumpulkan para petani disaksikan Camat dan Dinas Pertanian untuk melihat langsung proses rembuk petani tersebut, dan pertemuan kedua mengumpulkan petani untuk diberikan pengarahan dan dilanjutkan penanaman padi yang menggunakan sistem jarak tanam jajar legowo. “Apa itu jajar legowo, sistem jarak tanam yang diatur sedemikian rupa dengan memberikan jarak rapat dan jarang sehingga padi yang ditanam terlihat beralur, maksud menggunakan sistem jajar legowo adalah lebih memudahkan dalam perawatan karena ada celah untuk membersihkan, memupuk, serta mengurangi serangan hama tikus. Karena jika tanaman padi terlalu rapat dari galangan langsung ke tanaman padi mempermudah hama tikus masuk ke area, tetapi jika diberi jarak antara barisan padi maka hama tikus akan sulit ,” kata Nanang.
Dalam kesempatan yang sama Nanang juga menjelaskan dengan sistem tersebut juga sudah dihitung produksinya ,diharapkan bisa meningkat hasil dengan menggunakan sistem jajar legowo. Sekali lagi dengan sistem jajar legowo sama saja dengan sistem tanam yang rapat karena di jajar legowo memang ada jarak tapi di barisan lainya ada yang dirapatkan jarak tanam.
Berkenaan dengan Sekolah Lapang Dinas Pertanian sangat memberikan dukungan terhadap kegiatan Pusat, dimana hal ini memberikan edukasi kepada kelompok tani, dimana petani langsung praktek melakukan penanaman sehingga tahu persis teknik jajar legowo yang digunakan . Sekali lagi dengan kegiatan ini petani langsung praktek dan tentu targetnya hasil produksi bisa naik dengan menggunakan sistem jajar legowo.
Kesimpulannya dengan dilaksanakan SL, untuk memperkenalkan teknologi informasi jajar legowo kepada petani khususnya pada varietas tanaman padi sawah.
Petani yang terlibat kurang lebih 50 orang, dari Kampung Tepian Ulaq, Kampung Sebelang, Kampung Gunung Bayan dan Kampung Tanjung Laong. Diharapkan 50 orang petani yang terlibat bisa menyebarkan lagi informasi kepada anggota kelompok tani atau petani-petani lain di kampungnya.
Untuk setiap kelompok tani disiapkan oleh pemerintah satu unit demplot kurang lebih 1 hektar, untuk dilakukan penanaman padi menggunakan sistem jajar legowo, dan pemerintah juga sudah menyiapkan benih dan pupuk, serta diamati secara bersama-sama, dengan harapan semoga hasil lebih meningkat dari yang sudah-sudah.
Kendala yang dihadapi dilapangan adalah dimana lahan tidak rata, ada bagian tertentu yang agak dalam, sehingga sulit bagi petani membuka lahan secara serempak. Karena memang dilokasi tersebut harus ada tata kelola air mikro, jika sudah dilakukan maka lahan tersebut bisa ditanami semua.
Juga diharapkan dari urutan kegiatan dimana pada pertemuan ketiga nanti petani berkumpul dilakukan pemupukan, selanjutnya dilakukan pengendalian hama penyakit , pasca panen dan terakhir bagaimana kita memperagakan/memperlihatkan kepada petani yang sudah menggunakan sistem jajar legowo yang lebih baik tentu diharapkan tidak ada kendala alam.
Saat ini padi sudah ditanam, kegiatan terlaksana atas kerjasama penyuluh dan pendamping penyuluh di lapangan yang memfasilitasi serta memandu para kelompok tani.
Kedepan juga kegiatan ini diharapkan selain APBN juga bisa didukung oleh APBD, tentu pola sama dengan APBN.”Kita meniru pola APBN tidak salah, dimana cara tersebut paling efektif dalam rangka meningkatkan produksi dan mengedukasi petani, tau dan mau serta mencapai hasil yang memuaskan dengan cara Sekolah Lapang, karena memang pertanian menggunakan metode SL, tidak hanya untuk padi,tetapi juga untuk tanaman karet, pengendalian hama penyakit tanaman,” terang Nanang.
Kenapa kegiatan dilaksanakan di Muara Pahu, karena sesuai persyaratan petani di daerah tersebut adalah mengolah sawah. Didukung oleh kelompok tani sehingga bisa dilaksanakan di Muara Pahu, di Kubar tentu banyak tempat-tempat lain yang potensial namun karena keterbatasan dan fokus dari Provinsi di Kecamatan Muara Pahu. Dibalik itu semua kita bisa mengambil pelajaran untuk mempersiapkan kedepan untuk kecamatan lain, dan yang berperan penting adalah para penyuluh dan petani itu sendiri yang menentukan jadwal tanam dan menentukan benih padi apa, dimana SL ini menggunakan varietas padi Mekongga.(hms10)