Pandemi Secara Virtual Pemkab Kubar Mengikuti Penyerahan DIPA & TKDD

  • Rabu, 01 Desember 2021 - 04:36:44 WIB
  • Administrator
Pandemi Secara Virtual Pemkab Kubar Mengikuti  Penyerahan DIPA & TKDD

PENYERAHAN DIPA dan TKDD: mengikuti secara Virtual Sekda Ayonius, Plt Asisten 3  Achmad Sofyan, Kepala BKAD Sahadi, Kepala Bagian Prokopim FX.Sumardi, Kasubag Protokol Abed Hadrianus.

SENDAWAR-Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) mengikuti Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian dan Lembaga serta Buku Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022, secara virtual, Senin(29/11/2021) siang

Pejabat Kubar menggunakan Gedung Aji Tulur Jejangkat kantor Bupati Kubar dengan aplikasi zoom, terlihat mengikuti secara seksama, Sekda Ayonius, Plt Asisten 3  Achmad Sofyan, Kepala BKAD Sahadi, Kepala Bagian Prokopim FX.Sumardi, Kasubag Protokol Abed Hadrianus.

Sedikit berbeda dengan prosesi di tahun-tahun sebelumnya, penyerahan tahun ini dilakukan secara simbolis kepada beberapa Pimpinan Kementerian/Lembaga (K/L), maupun secara virtual kepada seluruh Pimpinan K/L dan Daerah.

Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan semua harus tetap waspada, karena pandemi belum berakhir. Tahun 2022 pandemi asih menjadi ancaman dunia dan juga ancaman bagi Indonesia. "Selain varian lama di beberapa negara, telah muncul varian baru, varian omricron yang harus menambah kewaspadaan kita, untuk menghadapi ketidakpastian tahun 2022, pemerintah merancang APBN Tahun 2022 yang responsif, antisipatif dan juga fleksibel. Kemudian pemerintah selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi, dengan tetap menjaga tata kelola yang baik.

Menurut Jokowi, “Kita akan fokus pada 6 kebijakan utama yang pertama melanjutkan pengendalian covid 19 dengan tetap mempertahankan sektor kesehatan, yang kedua menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan,” paparnya.

Ketiga, peningkatan SDM yang unggul. Keempat melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi. Kelima penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah. Keenam, melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero base budgeting agar belanja lebih efisien.

“Sekali lagi di Tahun 2022 kita harus tetap mempersiapkan diri menghadapi risiko pandemi covid yang masih membayangi dunia dan negara kita Indonesia. Ketidakpastian bidang kesehatan dan perekonomian harus menjadi basis kita dalam membuat perencanaan dan melaksanakan program,” (KP36)

 

  • Rabu, 01 Desember 2021 - 04:36:44 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya