Pemerintah Berusaha Atasi Masalah Listrik, Lakukan Audensi Bersama PLN

  • Selasa, 03 Desember 2019 - 06:41:10 WIB
  • Administrator
Pemerintah Berusaha Atasi Masalah Listrik, Lakukan Audensi Bersama PLN

SINERGITAS : Wabup Kubar Edyanto Arkan (enam kanan) bersama Khairullah selaku Plh. GM atau Senior Manager Distribusi PT PLN UIW Kaltimra (tujuh kanan), Wisnu Kuncoro Adi (lima kanan) dan jajaran pejabat PLN dan Pemkab Kubar.

BALIKPAPAN-Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus berusaha mengatasi dan menyelesaikan permasalahan listrik, di beberapa kampung yang belum teraliri listrik. Salah satunya, melakukan audensi antara Pemkab Kubar bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Katimra dan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), rencana tindaklanjut pembangunan jaringan PLN di Kubar, di Ruang Rapat GM Lantai 3 Kantor PT PLN UIW Kaltimra dan PLN UIP Kalbagtim, Balikpapan, Rabu (27/11).

Wabup Kubar Edyanto Arkan mengatakan kita memfokuskan untuk rencana 2020 nanti. Yakni, kampung-kampung yang akan teraliri listrik. “Ada beberapa kampung kemungkinan, sekitar 8 atau 10 kampung untuk target pada 2020, 2021, 2022 dan 2023 mendatang.

Yang mana pada 2023 itu, berjumlah 75 kampung yang berada di daerah-daerah, termasuk ibukota negara. Seperti, kampung wilayah Kecamatan Bongan. Diantaranya, Lemper, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung. Semula masuk dalam rencana pada 2023.”Tetapi setelah dilakukan diskusikan bersama-sama Pemkab Kubar dan PLN, bisa maju pelaksanaannya pada 2020 nanti,”ucapnya.

Wabup akui, memang ada keterbatasan pemerintah dalam pengembangan jaringan ini, dikarenakan ada kampung lokasinya sangat jauh, sehingga pihak PLN ini ada keterbatasan dalam menyelesaikannya. Yakni, pertama tidak ada pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak lagi yang dibangun, mengurangi.

Kedua, Pemkab Kubar akan menyelesaikan pembangunan yang dari jalur Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara menuju wilayah Kecamatan Melak Kabupaten Kubar secara bersama-sama. Salah satunya, penyelesaian masalah tanah atau lokasinya.

Wabup menambahkan, terbangunnya jaringan listrik ini akan menimbulkan efek ganda yang besar bagi masyarakat, baik sosial maupun ekonominya. Seperti, tumbuhnya kegiatan-kegiatan ekonomi kerakyatan dan tumbuhnya perubahan-perubahan sosial untuk anak-anak belajar.

Berikutnya, untuk anak-anak dalam perkembangan teknologi yang lain, sehingga PLN ini merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Di dalam menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kubar dan wilayahnya. Tentu ini pelaksanaannya tidak sekaligus atau secara bertahap dan banyak faktor yang harus disesuaikan.

Misalnya, masyarakat harus mendukung dan rela apabila lokasi tanahnya untuk dilalui jaringan listrik yang ada, tanpa meminta konvensasi atau ganti rugi.”Jika apabila masyarakat meminta konvensasi tersebut atau itu, hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat lambatnya PLN bergerak untuk membangun jaringannya,”terangnya.

Respon PLN terhadap Pemkab Kubar tentang permasalahan listrik sangat bagus. Beberapa usulan yang diserahkan kepada PLN selalu ditanggapi dengan baik, selama itu memungkinkan dalam program rencana kerjanya. Salah satunya, di Bongan.

Sebelumnya, belum teraliri dan sekarang sudah teraliri listrik oleh PT PLN. “Rencana pada 2020 nanti, aliran listrik akan ditambahkan ke tiga kampung di wilayah Kecamatan Bongan,”ujarnya.

Diketahui, pejabat PLN dihadiri Khairullah selaku Plh. GM atau Senior Manager Distribusi PLN UIW Kaltimra. Wisnu Kuncoro Adi selaku SRM Perencanaan PLN UIP Kalbagtim. SRM SDM dan Umum, Jamaludin T. Amba. Ikhwan Fahri selaku SRM Keuangan. Manajer UP3 Samarinda Yuliandra. Manajer UP2K Kaltim Rahmatan dan Manajer Komunikasi Zulkarnain. Sedangkan dari Pemkab Kubar. Yakni, Kabag SDA Sekkab Kubar Abimael dan F. Iksan selaku Kasubbag SDA Sekkab Kubar.(hms6)

 

 

 

 

  • Selasa, 03 Desember 2019 - 06:41:10 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya