SENDAWAR – Asisten II Ayonius S Pd MM, bersama Dandim 0912 Kubar, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua DWP Kabupaten panen jagung di SDN 001 Barong Tongkok. Kegiatan tersebut merupakan satu rangkaian kegiatan sehari berbudaya, Kamis (20/2).
SDN 001 Barong Tongkok memanfaatkan lahan kosong untuk kebun jagung. Di kebun sekolah tersebut, selain ditanam jagung juga ditanam berbagai macam sayuran. Dengan adanya kebun ini diharapkan bisa memotivasi dan contoh para murid sejak dini untuk berkebun dan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong.
Lebih lanjut dalam sambutan Bupati FX Yapan SH yang dibacakan Asisten II Ayonius S Pd MM, Bupati sangat mengharapkan melalui kegiatan semacam ini akan menambah kecintaan para siswa-siswi untuk gemar menanam buah dan sayuran yang dapat menjadi kegiatan penunjang atau praktek langsung di luar kegiatan belajar mengajar di kelas.
Budaya bercocok tanam atau berkebun yang telah menjadi bagian turun temurun sejak dulu hal ini harus terus kita tingkatkan, sambut Bupati. Terlebih hari ini para murid juga diajak untuk memanen jagung hasil bercocok tanam di lingkungan sekolah. Semoga kedepannya ini memacu anak-anak agar mau menanam pohon di kebun atau lingkungan masing-masing.
“Dengan diberi pengertian sejak dini saya setuju bahwa sebagai generasi milenial, anak-anak juga harus memiliki bidang kompetensi lain di luar prestasi akademik. Apalagi Kubar kaya akan buah dan sayur yang tumbuh di tanah yang subur. Seperti contoh durian yang diangkat menjadi Ikon dan dibuatkan acara tahunannya. Perlahan tapi pasti Pemerintah terus berbenah untuk kemajuan.” terang Bupati.
Dalam kesempatan tersebut Ayonius menambahkan, selain lebih sehat, dengan aktivitas berkebun, para guru dapat mengajarkan cara menghargai makanan kepada murid. Efeknya, murid dapat melihat sendiri perjuangan untuk menghasilkan makanan yang sehari-hari mereka konsumsi.
“Berkebun di sekolah mengajarkan murid bagaimana tanaman berpindah dari biji ke piring. Mereka yang berkebun dari kecil pasti lebih suka sayur dan buah,” kata Ayon.
Cara berkebun sejak dini akan mengenalkan anak ke sistem pangan lokal berkelanjutan. Karena kegiatan tersebut mengajarkan anak mengolah lahan, lalu menanam benih, memanen, dan memakan lagi hasil panen mereka. Berkebun mengubah status makanan tidak lagi dipandang sebagai komoditas konsumsi belaka. Tapi juga ada hasil jerih payah manusia di dalamnya.(hms10-hkd)