Wakil Ketua I TP PKK Kaltim Erni Makmur Hadi Mulyadi (kiri) didampingi Pjs Ketua TP PKK Kubar Suhelni Syirajudin (tiga kiri), saat meninjau menu pangan lokal Kubar, di stand lomba TP PKK Kubar, di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda
SENDAWAR-Dikalangan masyarakat cenderung memiliki pola konsumsi makaman pokok karbohidrat dari padi yang diolah menjadi nasi. Padahal masih banyak sumber pangan lokal lainnya berasal dari umbi-umbian. Salah satunya adalah singkong.
Pjs Ketua TP PKK Kubar Suhelni Syirajudin mengharapkan agar masyarakat mencintai dan lebih kreatif dalam mengembangkan serta mengolah kuliner lokal dari umbi-umbian untuk karbohidrat menjadi lebih menarik dan diminati.
Maka itu, masyarakat bisa memulai mengonsumsi selain beras dan tepung. Semua bisa di dapat, seperti ubi-ubian, talas, pisang singkong, jelai dan jagaq.
“Jelai dan jagaq sendiri merupakan produk unggulan khas Kubar,”ucap Suhelni Syirajudin, pada Festival Pangan Lokal Tingkat Provinsi Kaltim 2020 dan launching diversifikasi pangan lokal, di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Dengan tema kenyang tidak harus nasi.
Selain itu, ikan bisa diolah dan dikreasikan sebagai kuliner. Diharapkan, dengan kuliner yang sudah dikreasikan ini, anak-anak kecil pun suka memakannya. “Karena biasanya, anak kecil susah sekali makan,”terangnya.
Hal ini bisa disampaikan ke masyarakat dimulai kecamatan, kelurahan, kampung sampai rukun tetangga, bahwa pangan lokal sangat penting menjadi pengganti selain beras. Apalagi Kubar memiliki potensi wilayah yang dapat menunjang ketersediaan keberagaman pangan lokal.
Begitu juga, sumber bahan masakannya pun banyak terdapat dan tumbuh secara alami di sekitar lingkungan rumah. Sehingga memudahkan untuk mengolahnya menjadi masakan khas Kubar. Diharapkan masyarakat dapat kembali menikmati sekaligus melestarikan kearifan budaya pangan lokal sepertu dulu selain beras,”tungkasnya.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan ini bukan sekedar mengurangi nasi, tetapi lebih kepada kesehatan. Bukan sekedar membuat tubuh menjadi langsing, namun yang terpenting untuk kesehatan.
Saya mengonsumsi nasi sudah tidak seperti dulu. Kini porsi nasi hanya separuh (setengahnya) dari biasanya. Namun porsi buah-buahan dan lauk-lauk terutama produk lokal yang ditambah. “Lebih baik lagi, jika menanam sendiri di perkarangan rumah. Seperti sayur-mayur dan lainnya,”ujarnya.
Apalagi di Indonesia, khususnya di daerah Kaltim yang merupakan wilyah tropis, tanaman mudah sekali tumbuh. Batang singkok bila ditancapkan ke tanag, walau dibiarkan tanpa perawatan pun bisa tumbuh,”ungkapnya.
Kita harus berusaha memberikan kesadaran bagi masyarakat tentang pentingnya bercocok tanam, diversifikasi pangan lokal dan ketahanan pangan.”Jadi perlu juga diberikan kesadaran dan mensosialisasikan bahwa yang namanya makan itu, tidak harus nasi. Bisa diganti singkong juga,”ujarnya.
Ketua TP PKK Kaltim Norbaiti Isran Noor berharap masyarakat bisa memulai mengonsumsi selain beras dan tepung. Bahan makanan yang dapat mudah dicari adalah singkong, talas, pisang dan sukun.
“Masyarakat Kaltim nantinya, dapat mengonsumsi singkong minimal 2 kg dalam sebulan sebagai pengganti nasi,”katanya. (hms6)