Pjs Ketua Dekranasda Kubar Suhelni Syirajudin (dua kiri) bersama pengurus Dekranasda Kaltim dan Dekranasda kabupaten/kota wilayah Kaltim, usai penyerahan piala dan penghargaan Dekranasda Kaltim Award 2020, di Ballroom BIGmall, Samarinda.
SENDAWAR-Di masa sulit seperti ini, para perajin harus pintar-pintar membaca situasi. Harus berinovasi dan berkreativitas membuat produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, agar mampu bertahan di masa pandemi covid-19 ini.
Hal ini dikatakan Pjs Ketua Dekranasda Kubar Suheni Syirajudin, usai penyerahan piala dan penghargaan Dekranasda Kaltim Award 2020, di Ballroom BIGmall, Samarinda, pada 24 Oktober 2020.
Suhelni Syirajudin mengajak para pelaku usaha, khususnya perajin binaan Dekranasda Kubar tetap semangat dan jangan pasrah dengan keadaan sekarang ini. Tetapi harus bangkit dan memanfaatkan kendala pandemi ini, menjadi salah satu peluang memproduksi produk yang lagi dibutuhkan masyarakat.
Contohnya, masker. Peluang pembuatan masker dengan trend dan kualitas yang baik, dengan menggunakan motif dan bahan, seperti, tenun doyo, tumpar, kriookng dan tenun badong. “Pastinya produk ini, akan lebih menarik,”ujarnya.
Contoh lainnya, saat ini para ibu-ibu lagi trend dengan bunga. Tentunya kebutuhan pot, rak pajangan dan gantungan dapat dibuat dari berbagai bahan. Salah satunya, rotan, kayu, bambu dan bahan lainnya.
Jadi perajin manfaatkan dan membaca situasi ini, menjadi peluang pasar produk. “Tetapi tetap disiplin dan menjaga protokol kesehatan,”imbaunya.
Dia mengharapkan kepada masyarakat Kubar bersama-sama memanfaatkan dan menggunakan produk-produk kerajinan yang telah dibuat oleh para perajin Kubar.
Dengan menggunakannya, berarti sudah berpartisipasi membantu perajin tetap eksis dalam memproduksi produk kerajinannya. Perputaran dan peningkatan ekonomi masyarakat Kubar, khususnya perajin akan semakin baik karena akan memberikan dampak ekonomi kesektor lainnya (multiplayer effect).
Selain itu, sebagai model dan sarana promosi produk para perajin yang diharapkan akan menjadi contoh bagi yang lain, serta ikut melestarikan karya seni/budaya dan kearifan lokal.”Mari mencintai dan menggunakan produk-produk Kubar. Kalau bukan kita, siapa lagi,”ucapnya. (hms6)