PENCEGAHAN :Bupati dan Wakil, Sekda dan OPD minum obat cacing secara bersama melibatkan anak sekolah di Kampung Geleo Baru Kecamatan Barong Tongkok
SENDAWAR-Bupati Kutai Barat (Kubar) FX.Yapan di dampingi Wakil Bupati Edyanto Arkan membukaan Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) Kabupaten Kutai Barat Dan Simbolis Minum Obat Pencegahan Filariasis Bersama Tahun 2019, bertempat di Kampung Geleo Baru Kecamtan Barong Tongkok, Jumat (4/10)pagi. Dalam acara tersebut dihadiri anak anak sekolah yang secara bersama meminum obat Pencegahan Filariasis dan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pencanangan belkaga di Kubar tahun 2019. Nampak hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat esslon Kubar, diantaranya Sekda Yacob Tullur, Asisten 2 Setkab Ayonius, anggota DPRD Kubar Lusiana Ipin dan Rita Asmara Dewi, serta kepala OPD, camat dan tokoh masyarakat.
Bupati Kubar FX.Yapan dalam arahannya menekankan dengan terselenggaranya kegiatan ini membawa dampak yang signifikan terhadap pola perubahan pada masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan bersama-sama ikut memerangi penyakit kaki gajah ini demi terwujudnya sumber daya manusia Kutai Barat yang lebih berkualitas, Sejak tahun 2002, Indonesia telah memulai tahap akselerasi untuk mempercepat pencapaian pengendalian Filariasis di Indonesia, salah satu upayanya melalui POPM untuk memutus mata rantai penularan Filariasis. Data dari Kemenkes, sebanyak 236 Kabupaten/Kota di Indonesia merupakan daerah endemis Filariasis, termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Kutai Barat.
Bupati berharap kepada OPD terkait agar terus melakukan pemantauan dengan menggerakkan seluruh mitra pelayanan kesehatan jajaran puskesmas , penyuluh kesehatan untuk terus menggaungkan masyarakat untuk disiplin terhadap diri dan lingkungan juga mau memeriksakan kesehatan secara rutin. Dan demi seriusnya untuk memutuskan siklus hidup cacing filaria secara permanen maka sekali selama setahun selama minimal lima tahun berturut-turut fasilitasi seluruh masyarakat yang berusia 2 hingga 70 tahun agar sadar dan mau melaksanakan kewajibannya minum obat pencegah kaki gajah, kecuali anak dibawah usia 2 tahun atau ibu hamil.
Yapan menghimbau kepada kita semua bahwa apa yang dicanangkan pada hari ini dapat menggugah kita agar semakin menyadari betapa bahayanya penyakit filariasis ini bahkan dapat mengakibatkan penderitanya mengalami cacat seumur hidup seperti kelumpuhan, sehingga tidak dapat produktif lagi.
Kepala Dinkes Kubar Rita Sinaga, Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang dilaksanakan pada hari ini, merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat untuk mendukung program Pemerintah Pusat tersebut. Seperti yang telah di paparkan pada saat Sosialisasi dan Koordinasi POPM Filariasis pada tanggal 25 September yang lalu, hasil Mikrofilaria Rate masih cukup tinggi yaitu 2,02% (dua koma nol dua persen) dari yang ditargetkan yaitu <1% (kurang dari satu persen), sehingga hasil survei ini menunjukkan bahwa Kutai Barat masih merupakan Daerah Endemis Filariasis / Kaki Gajah, berdasarkan dari data tersebut, tentu saja penyakit ini masih menjadi momok dan permasalahan Kutai Barat yang harus segera dituntaskan.(hms36)