SERAP ASPIRASI : Pjs Bupati Kubar M Syirajudin (tengah) dan Kepala Disdikbud Kubar Silvanus Ngampun (kanan) berdialog bersama, pada persemian pojok literasi Disdikbud Kubar, di Kantor Disdikbud Kubar.
SENDAWAR-Kunci kesuksesan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama pandemi covid-19 adalah kolaborasi antara guru, orang tua dan siswa. Tanpa ada kolaborasi tersebut, pembelajaran di rumah sulit untuk menyenangkan.
Kami meminta para guru untuk melakukan inovasi sehingga pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui dalam jaringan (Daring) menjadi variatif. “Hal tersebut agar membuat siswa tidak jenuh dan berat dalam melaksanakan KBM,”kata Pjs Bupati Kubar M Syirajudin, usai meresmikan pojok literasi Disdikbud Kubar, di Kantor Disdikbud Kubar, belum lama ini.
Kita tidak bisa memaksakan anak-anak (siswa) tingkat SD, SMP, SMA/sederajat, untuk PJJ melalui daring terus. Harus ada semacam pola pengajaran lain yang menyenangkan, sehingga itu bisa membuat siswa menghilangkan kejenuhannya.
Kami yakin dengan metode tidak menonton yang dilaksanakan oleh Disdikbud Kubar. Misalnya dengan karya tulis, prakarya, olahraga dan lainnya. Sehingga mengisi pandemi covid-19 ini, anak-anak tetap produktif dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan para gurunya.
Kepala Disdikbud Kubar Silvanus Ngampun menambahkan KBM yang dilakukan para guru saat ini dengan PJJ menggunakan media online, seperti melalui aplikasi zoom, google classroom, whatsapp dan lainnya.
Selain itu, ada juga guru yang datang ke rumah siswa untuk mengantar tugas dan kegiatan lainnya. Termasuk berkreasi melalui pembuatan keterampilan sambil belajar, agar tidak merasa jenuh. “Disdikbud akan terus mencari inovasi-inovasi, agar anak tersebut tidak jenuh di rumah,”pungkasnya. (hms6)