Plt Asisten II Nopandel Memimpin Rapat Tindak Lanjut Peninjauan Rencana Pembangunan Tapak Tower SUTT Yang Menghubungkan Kecamatan Melak Dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn
SENDAWAR – Plt Asisten II Nopandel S Sos MM memimpin langsung rapat tindak lanjut peninjauan rencana pembangunan tapak tower SUTT yang menghubungkan Kecamatan Melak dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn. “Rapat yang dilaksanakan di ruang Diklat lantai III kantor Bupati kali ini secara khusus membahas luasan lokasi milik Pemkab, dengan kepastian luasan lokasi milik pemkab tersebut akan diketahui bisa tidaknya dibangun Tower SUTT yang akan menyeberangkan listrik dan jika di lokasi tersebut tidak memungkinkan maka harus segera dicari lokasi alternatif di sekitar lokasi tersebut ,” kata Plt Asisten Ii, Senin (8/2).
Lebih lanjut Plt Asisten II menjelaskan, Pemkab Kubar sangat berkomitmen dalam mendukung program PT PLN. Dalam hal ini PLN sendiri juga sudah berkomitmen untuk memperluas jaringan untuk menerangi kampung-kampung dalam wilayah Kubar yang selama ini belum teraliri listrik, khususnya di kecamatan Mook Manaar Bulatn.Turut hadir Kadishub, perwakilan PT PLN Samarinda, BPN, PUPR, BKAD,Camat Mook Manaar Bulatan Plt Kabag Pemerintahan yang juga Plt Camat Melak.
Seperti yang kita ketahui, pembangunan tower SUTT PLN nantinya menghubungkan Kecamatan Melak dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn. Adapun rapat koordinasi kali ini untuk menentukan rencana kerjasama Pemkab dengan PT PLN untuk mewujudkan pemasangan jaringan ke Kecamatan Mook Manaar Bulatn yang melintasi sungai Mahakam.
Pada peninjauan yang dilakukan beberapa waktu lalu, lokasi tapak tower diharapkan bisa berada di dalam lokasi/tanah milik pemerintah yang berada di sekitar jembatan Aji Tulur Jejangkat. “Kenapa dipilih lokasi tersebut, jika dibangun di lahan sudah milik Pemkab tidak terlalu lama dan hanya menunggu Penlok, sehingga proses pembangunan tower bisa segera direalisasikan,” harap plt Asisten II.
Berdasarkan dari hasil pengecekan lapangan maka ada teknis-teknis harus dipertimbangkan, dari pemerintahan dari tanah dan Dinas PUPR dari teknis dimana proses pembangunan jembatan belum selesai yang dikhawatirkan proses pembangunan berlanjut, dan jika tower PLN sudah berdiri dikhawatirkan ada dampak dari segi keselamatan kerja, oleh sebab itu perlu dikaji lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan PT PLN menyatakan pihaknya siap membangun tower, saat ini tinggal menunggu Penlok dibangunnya tower SUTT. Jika sudah diketahui titik maka pihak PLN melakukan pengkajian mulai dari struktur tanah dan sebagainya, jika semuanya sudah dilakukan sesuai tahapan maka proses pembangunan bisa langsung dilaksanakan.
Sekali lagi PLN siap dan berkomitmen membangun oleh sebab itu dukungan dari pemkab Kubar dalam penyiapan lokasi tapak tower sangat diharapkan, karena PLN sendiri tidak memiliki anggaran untuk pembebasan lahan tersebut. Maka dengan kolaborasi/kerjasama Pemkab dan PLN diharapkan dapat menyukseskan program perluasan dan pemerataan listrik ke kampung-kampung yang belum teraliri listrik.(hms10)