BALIKPAPAN – Wakil Bupati Kabupaten Kutai Barat H Edyanto Arkan SE mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di Provinsi Kaltim yang dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim dan dilaksanakan di Makodam VI Mulawarman, Senin (22/3) lalu.
Secara historis kita melihat sejarah kejadian bencana alam yang ada di Kubar, yakni kebakaran hutan dan banjir serta tanah longsor. Kejadian ini sering, kejadian yang sering berulang inilah yang perlu kita waspadai dan perlu kita cermati agar kita bisa mencermati permasalahan yang muncul bila terjadi, turut hadir Kapolres Kubar, Dandim 0912 Kubar dan Kepala DLH Kubar serta perwakilan BPBD Kubar.
"Bencana pasti terjadi oleh sebab itu perlu persiapan dalam hal koordinasi dari semua lini, Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana tersebut. Dengan demikian kita bisa mempersiapkan langkah-langkah merespon apabila terjadi bencana tersebut seperti kebakaran," kata Wabup.
Untuk menangani bencana kebakaran tidak bisa diserahkan kepada satu instansi tetapi harus secara bersama-sama, dari BPBD, Lingkungan Hidup, Kehutanan, TNI dan Polri Bersama-sama dengan masyarakat. Dimana kejadian kebakaran lahan ada yang memang bencana alam murni namun ada juga akibat kelalaian manusia. Untuk itulah jika kebakaran oleh kelalaian manusia yang perlu kita berikan edukasi dan penjelasan kepada masyarakat agar kejadian tersebut tidak terulang.
Satu contoh jika ingin membakar lahan, harus benar-benar mengikuti ketentuan seperti melapor kepada pihak terkait/pihak keamanan, membuat sekat bakar serta melihat kearifan lokal yang ada di masyarakat.
Selain kebakaran hutan di Kubar juga sering terjadi bencana banjir. Dimana banjir merupakan fenomena alam, dimana lokasi terjadinya banjir di kampung-kampung masyarakat yang berdiam di pesisir/bantaran sungai. Kejadian ini bukan baru terjadi tetapi sudah sejak lama dan untuk itu lah perlu mitigasi apabila terjadi banjir perlu adanya langkah minyalnya melakukan evakuasi agar tidak terjadi korban jiwa dan mengurangi terjadinya korban harta dan lain sebagainya.
Evakuasi dilakukan serta memberikan bantuan-bantuan berupa logistic dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak, selain itu pula pemerintah juga menyiapkan tempat bagi masyarakat dalam evakuasi.
Lebih lanjut, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto mengatakan, melalui sambutannya bahwa Rakorda ini berlandaskan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Alam pada Rabu (3/3/2021) lalu.
"Bahwa kita diperintahkan untuk mempersiapkan pelaksanaan Gulbencal di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Karhutla," ucap Mayjen TNI Heri Wiranto.
Dari Kodam VI/Mulawarman, lanjutnya, menyiapkan sejumlah alutsista yang bisa dikerahkan dalam menanggapi berbagai macam bencana di Kalimantan Timur.
Di mana untuk pengoperasian kekuatan TNI di balik alutsista tersebut, Pangdam telah menyiapkan gelar kekuatan berdasarkan 3 klasifikasi, yakni quick response, show of force dan rencana pelibatan.
Untuk kekuatan quick response sendiri, dirinya membeberkan kekuatan Kodim yang menjadi dominan dalam penanggulangan bencana.
Di akhir sambutannya, ia menuturkan setelah mendapat perintah dari Presiden RI Joko Widodo terkait gulbencal, pihaknya dengan sigap mengambil langkah untuk menyiapkan diri.
"Kesigapan ini dalam rangka antisipasi pelaksanaan penanggulangan bencana alam mulai dari mitigasi pada tahap pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana," ucapnya.(hms10)