Peresmian PLN –Wakil Bupati H Edyanto Arkan Di Dampingi Kepala UP2K Samarinda, Asisten II, Kepala Dinas Dan Camat Penyinggahan Menekan Tombol Sirine Tanda Lampu Menyala Dan Air Pamsimas Dapat Digunakan.
SENDAWAR – Jaringan listrik PLN dan Pamsimas di kampung Loa Deras Kecamatan Penyinggahan diresmikan beroperasi 24 jam. “Dengan adanya listrik diharapkan mampu meningkatkan perekonomian, pendidikan dan kesehatan masyarakat,” hal tersebut disampaikan Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE pada acara peresmian PLN, Rabu (8/12).
Lebih lanjut Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE menyampaikan dalam rangka menyaksikan dan rasa syukur bahwa hari ini PLN menyala 24 jam dan peresmian pamsimas, ini semua karena rahmat dari Allah yang Maha Kuasa sehingga rencana yang disusun kita dapat terlaksana hari ini. Turut hadir Asisten II, Kadishub, Plt Kepala BPMK, Jajaran PT PLN, Camat penyinggahan dan Muspika kecamatan.
“Perjalanan panjang kerjasama pemkab Kubar dengan PLN terjalin sejak tahun 2000/sejak Kubar menjadi otonomi baru tahun 1999. Pembangkit listrik yang ada di kecamatan melak harus tersambung ke kecamatan-kecamatan di kubar, namun saat itu pembangkitnya masih sangat kecil. Sehingga kerjasama Pemkab dan PLN lebih terjalin begitu bagus dibuktikan dengan permintaan Pemkab Kubar direspon oleh PLN secara baik, dan sebaliknya pula Pemkab Kubar tidak segan-segan memberikan dukungan kepada PLN baik berupa aset tanah, mesin pembangkit dan trafo, hal ini menunjukan kerjasama yang baik. kenapa pemerintah memberikan bantuan tersebut karena melihat respon PLN di Kaltim kepada Kubar sangat baik sekali,” kata Wabup.
Dari 190 Kampung dan empat kelurahan, dalam 7 tahun terakhir ini banyak kampung yang sudah teraliri listrik. Tetapi pada 5 tahun yang lalu bahkan masih ada kecamatan-kecamatan yang belum dialiri listrik PLN, dan ada juga yang listriknya yang menyala 12 jam seperti kecamatan penyinggahan, Muara pahu dan Long Iram. Sedang kan di kecamatan Bongan hanya ada satu atau dua kampung saja yang dialiri listrik PLN. Dan masih banyak kampung yang tidak memiliki jaringan PLN dan saat ini sudah dialiri listrik 24 jam.
Saat ini dari 190 kampung dan empat kelurahan di kubar masih ada 55 kampung yang belum teraliri listrik, target 2024 semuanya sudah teraliri listrik dan tahun 2023 ada 23 kampung yang akan dialiri listrik 24 jam, dan kecamatan yang tidak terjangkau jaringan dari kabupaten maka pembangkit listrik di Kecamatan diperbesar, dalam hal tersebut Pemkab Kubar memberikan apresiasi yang tinggi kepada PLN yang sangat serius dan upaya yang sangat luar biasa bagi Kubar.
Dalam kesempatan tersebut Wabup mengajak seluruh masyarakat mensyukuri dan berdoa dimana Kubar mendapatkan hati dan PLN selalu mengingat Kubar. Apa yang kita capai hari ini tentu Doa dari semua masyarakat Kubar, dan itu semua belum akhir dari semuanya namun masih banyak lagi perjuangan kita seperti jambatan yang terbuat dari kayu ulin di kampung-kampung pesisir bisa di cor beton sehingga tidak lagi menimbulkan suara berisik.”Tahun 2023 mulai dilakukan pengecoran di atas jembatan di kampung dalam wilayah kecamatan muara pahu, mudah-mudah uji coba tersebut berhasil dan kita evaluasi konstruksi agar betul-betul hasil pengecoran bias tahan,” terang Wabup.
Pembangunan Kubar tidak hanya tersentaliasi pada ibu kota kabupaten, tetapi harus merata kampung-kampung. Jika di ibukota kabupaten mendapatkan listrik 24 jam maka kampung-kampung juga harus menikmati listrik 24 jam, jika sudah demikian baru lah tercapai pemerataan pembangunan.
Selanjutnya Wabup meminta dengan adanya listrik, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkannya lebih baik. “Dengan adanya listrik, jangan hanya memanfaatkan lampunya saja, namun mari kita manfaatkan secara produktif, satu contoh ibu-ibu yang membuat kue yang awalnya secara manual bisa menggunakan mixer, dan memasak juga bisa menggunakan listrik. Bapak-bapak yang membuat gula dan meubel juga bisa menggunakan listrik, sehingga listrik betul-betul dimanfaatkan tidak hanya menerangi tetapi juga memiliki nilai ekonomis karena menghasilkan nilai-nilai ekonomi baru,” harap Wabup.
Dan yang lebih penting adalah pemeliharaan, dengan jaringan PLN dimana tegangan listrik juga lebih besar oleh sebab itu masyarakat harus menjaga dan mendukung program pemelihara seperti perawatan jaringan, jika ada pohon-pohon buah yang mengganggu jaringan diharapkan bisa memberikan ketika PLN meminta untuk mengkasnya. Kepada masyarakat juga diharapkan dengan listrik beroperasi 24 jam sebelum menambah perangkat elektronik instalasi/jaringan harus di cek oleh petugas PLN terlebih dahulu itu semua untuk mencegah terjadi musibah kebakaran.(KP10)