Workshop Pekan Asi Disamarinda

  • Jumat, 20 September 2019 - 07:10:37 WIB
  • Administrator
Workshop Pekan Asi Disamarinda

Ketua TP-PKK Provinsi Bersama Jajaran TP-PKK Kabupaten Kutai Barat Saat Menghadiri Workshop Pekan ASI

SAMARINDA– Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Kalimantan Timur menggelar Workshop dalam rangka Pekan ASI Sedunia Tahun 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Lamin Etam bertajuk “Percepatan Penurunan Stunting Melalui Dukungan Ayah Dan Ibu Dalam Keberhasilan Menyusui”, yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur dan dihadiri oleh Plt Sekdaprov, para Kepala OPD terkait dilingkungan Pemerintah Provini Kaltim, Ketua dan Wakil Ketua berserta Jajaran TP-PKK Provinsi dan Ketua dan Sekretaris beserta Jajaran TP-PKK Kabupaten/Kota. Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya yang dsampaikan oleh Wakil Gubernur H.Hadi Mulyadi dalam sambutannya mengatakan “atas Pemerintah Provinsi mengapresiasi dengan terselenggaranya kegiatan ini, penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi sektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal dan masyarakat ditingkat pusat maupun daerah dan selain itu kerjasama lintas sektor dari kementerian terkaitpun perlu dilakukan seperti ketahanan pangan, pembangunan sanitasi air bersih serta pembangunan desa yang harus bisa dioptimalkan sampai ke pemerintah daerah dalam rangka penangangan dan pencegahan stunting, saya harapkan melalui workshop ini kita semua yang hadir dapat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya stunting dan mencegah stunting berkembang pada masyarakat Kalimantan Timur”, katanya. Selanjutnya Ia menjelaskan bahwa masalah gizi anak yang menyebabkan stunting dan kekurangan gizi pada ibu hamil seringkali tidak disadari baik oleh individu, keluarga maupun masyarakat. “peran petugas kesehatan termasuk masyarakat menjadi penting dalam mensosialisasikan gizi baik di Posyandu ataupun Puskesmas antaralain pemberian makan bayi dan anak, pemberian makanan tambahan, penguatan sistem informasi gizi, pendampingan balita dan ibu hamil kurang gizi serta sosialisasi pencegahan dan penanggulangan masalah anemia pada ibu hamil dan remaja putri”, jelasnya. Ketua TP-PKK Kabupaten Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu ditemui usai kegiatan mengungkapkan “Dengan  penandatanganan SK Bunda ASI dan Ikrar Bunda ASI ini marilah kita bersama-sama mensukseskan program ini, oleh karena itu kepada Ibu-ibu khususnya Masyarakat Kutai Barat dapat memberikan ASI ekslusif 0-6 bulan dan memberi ASInya sampai usai 2 tahun sehingga bayi itu akan tumbuh sehat dan itu akan mengurangi stunting”, ungkapnya. Kemudian Yayuk menyebutkan percepatan penurunan stunting tidak terlepas melalui dukungan ayah dan ibu atau kedua orangtua dalam keberhasilan menyusui sehingga bayi akan tumbuh sehat karena pemberian nutrisi pula sejak dalam kandungan. “saya menghimbau agar masyarakat Kutai Barat dapat menumbuhkan kesadaran tumbuh kembang anak, mulai dari hamil sampai menyusui harus diperhatikan dan diberikan nutrisi yang baik, apalagi saat golden age, orangtua sangat berperan penting untuk menyediakan nutrisi untuk anak-anaknya, mari sekali lagi kita sukseskan program ini dan terima kasih untuk dukungan seluruh pihak dalam peningkatan derajat kesehatan untuk hari esok yang lebih baik”, sebutnya.*(HMS11)*

  • Jumat, 20 September 2019 - 07:10:37 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya