KB-10-Petrus-- Kepala Dinas Pertanian Kubar Petrus Menjelaskan Program Pembagian Perkebunan Aren Di Kecamatan Penyinggahan
SENDAWAR – Dalam upaya menjadikan Kecamatan Penyinggahan dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn sebagai sentra penghasil Gula Merah/Gula Aren Pemkab Kubar mulai tahun 2019 membuka lahan seluas 75 Hektar di Kecamatan Penyinggahan. Dan pembukaan perkebunan tersebut difokuskan di tiga lokasi, yang tersebar di Kampung Penyinggahan Ilir 20 Hektar, Kampung Minta 30 Hektar dan Kampung Loa Deras 25 Hektar, Rabu (9/10).
Kepala Dinas Pertanian Kubar Petrus S Hut M Si menjelaskan, hingga saat ini sudah dalam proses pembukaan lahan perkebunan, sedang untuk pengadaan bibit masih dalam proses di WLP. Selanjutnya target kita dengan menanam aren tahun ini, enam atau tujuh tahun kedepan dengan pembukaan kebun aren ini baru kita bisa melihat dari hasil pengembangan ini, sehingga diharapkan para kelompok tani bisa semakin intensif dalam pengelolaan aren sehingga mendapat memberikan dampak perekonomian yang signifikan bagi pendapatan keluarga/masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Petrus menjelaskan setiap hektar lahan kebun aren memerlukan 214 bibit, dan penanaman diperkirakan dimulai pada akhir Oktober atau awal November 2019. Begitu juga dalam perkebunan aren ini juga kita akan atur pola tumpang sari dengan tanaman lain salah satunya tanaman pisang yang selama ini juga menjadi andalan dalam menopang perekonomian masyarakat di Kecamatan Penyinggahan. Dan tujuan dilakukan penanaman tanaman tumpang sari untuk mengisi masa-masa sebelum aren berproduksi, maka ada tanaman lain yang ditumpang sari yang berproduksi lebih cepat.
Selanjutnya Petrus menjelaskan tanaman aren yang ditanam adalah aren yang usia genjah sehingga diusia 6-7 tahun sudah bisa berproduksi. Dan untuk bibit sendiri kita akan datangkan langsung dari Kabupaten Kutai Timur yang memang sudah melakukan pembibitan, karena di Kubar sendiri belum ada yang membuat pembibitan aren.
Secara khusus Petrus menghimbau kepada seluruh kelompok tani, baik di Kampung Penyinggahan Ilir, Minta dan Loa Deras bisa betul-betul dan serius menanam, karena jika tidak serius dalam menanam maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. ”Setelah ditanam, maka tanaman yang ada harus dibersihkan dan dirawat degan pola pemupukan yang teratur, dengan demikian kita harapkan tanaman yang kita tanam bisa tumbuh dengan subur sehingga bisa berproduksi sesuai terget yang kita harapkan, dan perawatan juga harus terus dilakukan hingga prosuksi, hal tersebut lah yang perlu keseriusan dari para petani,” harap Petrus.
Petani juga harus proaktif dan bekerjasama dengan para PPL yang ada dilapangan, sehingga apapun permasalahan yang terjadi dilapangan bisa berkoordinasi dengan PPL, dengan demikian kita bisa sama-sama dan lebih cepat mencarikan solusi, baik dalam persoalan serangan hama maupun pemeliharaan dan pemupukan ataupun berkaitan dengan tanaman tumpang sari, bisa dikoordinasikan secepatnya dengan PPL maupun Dinas, sehingga perkebunan aren bisa maksimal dan para petani juga nantinya mendapatkan hasil yang Oftimal dari pengembangan perkebunan aren yang ada.
Kedepan Kubar tentu sebagai daerah penyokong Ibu Kota Negara (IKN) yang masuk pada ring tiga, maka kebutuhan gula merah/aren akan sangat banyak, mau tidak mau agar kita tidak tertinggal maka mulai dari saat ini kita harus mempersiapkan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat di Kubar dan Kaltim umumnya, tentu dengan harapan kita sebagai sentra penghasil gula aren terbesar kita bisa memenuhi kebutuhan gula aren/merah kedepan.
“Memilih lokasi di tiga kampung tersebut khusus di Kecamatan Penyinggahantentu memiliki alasan yang kuat, karena lokasinya yang rawa/rendah sangat baik dan cocok untuk ditanamai pohon aren dan memang sudah habitat pohon aren. Selain itu selama ini masyarakan setempat juga sudah sangat terkenal sebagai penghasil gula aren, dan kita tidak memulai di kampung yang tidak tersedia aren, karena untuk menyadap aren memerlukan keahlian khusus dan warga masyarakat setempat juga sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut, sehingga kita hanya mengembangkannya. Kita juga tidak ingin merubah kebiasan agar warga tidak sulit beradaptasi dan hanya merubah pola dan meningkatkan dari apa yang mereka kerjakan selama ini, tetapi dengan menggunakan bibit unggul maka para petani bisa berproduksi lebih cepat dan hasilnya juga lebih banyak dengan menggunakan bibit unggul. Harapan tersesar kedepan juga tentunya selain memproduksi gula aren, para petani nantinya bisa memproduksi bibit aren unggul, sehingga tidak lagi perlu mendatangkan bibit dari luar karena petani sudah bisa membuat bibit sendiri,” terang Petrus.(hms10)