Sosialisasi Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Satwa Habitat Badak

  • Jumat, 25 Oktober 2019 - 08:39:10 WIB
  • Administrator
Sosialisasi Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Satwa Habitat Badak

SOSILISASI EKOSISTEM:Asisten II Ayonius Membukaan Langsung  Sosialisasi Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Satwa Habitat Badak Yang Dilaksanakan Di Ruang Diklat Kantor Bupati Lantai III

SENDAWAR – Penemuan kembali Badak sumatera di Kalimantan Timur tepatnya di Kutai Barat memakan waktu sangat panjang, bukti otentik jejak keberadaan satwa langka ini baru dapat dibuktikan padatahun 2013. Hal tersebut disampaikan Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten II Ayonius S Pd MM pada acara  pembukaan Sosialisasi Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Satwa Habitat Badak yang dilaksanakan di ruang Diklat kantor Bupati lantai III. Acara yang diinisi oleh Bagia Sumber Daya Alam turut dihadiri oleh Koordinator Pengelolaan Kawasan Ekoistem Esensial (KEE) BKSDA Kaltim Heryanto Sumanbowo, serta Koordinator Penyelamatan Badak kaltim Arif Rubianta dari WWF, Kamis (24/10).

Bupati menambahkan, keberadaan Badak Sumatera yang berada di Kalimantan ini merupakan badak yang langka diantara jenis lainnya serta yang paling sedikit jumlahnya hingga menyebabkan Badak ini menjadi salah satu jenis badak yang terancam punah. Hal inilah yang kemudian menjadi faktor perlunya ada fokus dan perhatian bersama untuk menjaga, melindungi dan melestarikan keberadaan badak ini terlebih dengan ancaman terancam punahnya habitat karena ulah manusia dalam pengrusakan alam dan lingkungan demi pemenuhan kebutuhan hidup.

Selanjutnya, menyampaikan hasil pertemuan nasional para pihak dalam upaya konservasi badak di Kalimantan dan Penyusunan Strategi Konservasi Badak Kalimantan yang dilakukan pada bulan September 2015 menginisiasi untuk membentuk Tim Penyelamatan badak sumatera di Kutai Barat. Tim Penyelamat badak Sumatera bertugas untuk melakukan translokasi badak sumatera kelokasi yang dikelola secara semi intensif atau berbentuk suaka. Sedangkan upaya perlindungan dan pengamanan habitat alami badak Sumatera juga terus dilakukan dengan melibatkan para pihak terutama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Selain itu dari hasil studi yang dilakukan oleh Tim Penyelamat badak sumatera (2015)  yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, WWF Indonesia dan Universitas Mulawarman, merekomendasikan salah satu lokasi yang laya untuk menjadi tempat translokasi adalah badak Sumatera dari kantong tiga adalah di lokasi PT Kelian Equatorial Mining (KEM) yang merupakan wilayah ekskonsesi tambang emas seluas kurang lebih 6750 Hektar yang telah mengakhiri masa tambang tahun 2010  PT Kelian Equatorial Mining (KEM) lalu menunjuk PT HutanLindung Kelian Lestari (PT HLKL) untuk menjaga dan mengawasi areal konsesi PT KEM dari kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan dan keamanan struktur permanen (DAM bekas galian tambang).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengharapkan agar seluruh pihak dan pemangku kepentingan terkait mengenai pengelolaan kawasan ekosistem esensial kepada para stakeholders dan masyarakat akan adanya suatu sistem pengelolaan ekosistem diluar kawasan konservasi yang dapat menjamin kelestarian sumber daya alam.

Lebih lanjut sosialisasi ini merupakan langkah awal yang bertujuan untuk pembentukan sebuah forum kolaborasi yang akan menjadi pengelola calon Kawasan Ekosistem Esensial yang akan diusulkan dan memperkuat komitmen antar pihak terkait dalam pengelolaa kawasan konservasi khususnya untuk melindungi kawasan konservasi yang berada diluar kawasan yang telah diberi kewenangan pengelolaan dalam rangka ekosistem esensial. Oleh karena itu, saya selaku kepala daerah mengharapkan sinergitas yang baik antar pihak terkait dalam rangka menjaga kelestarian badak Sumatera di Kutai Barat ini. Optimalkan peran dan fungsi saudara sekalian dalam setiap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan terkait pelestarian badak tersebut, terutam adalam upaya persiapan Kawasan habitat badak sumatera.

Setiap keterlibatan yang dilakukan merupakan bentuk dukungan kita sebagai warga untuk menjaga populasi hewan yang terancam punah ini, serta menunjukkan bahwa Kabupaten Kutai Barat selain bangga memiliki potensi fauna yang langka juga menunjukkan bahwa wilayah ini mendukung pelestarian fauna langka.(HMS10)

 

  • Jumat, 25 Oktober 2019 - 08:39:10 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya