Pjs Bupati Kubar M Syirajudin (dua kiri) didampingi Kepala Distan Kubar Petrus (kiri) menyerahkan bantuan ternak kepada kelompok tani di wilayah Kubar secara simbolis, di Kantor Distan Kubar, Barong Tongkok.
SENDAWAR-Pemkab Kubar mendorong sektor sektor usaha pangan seperti perternakan untuk menumbuhkan perekonomian daerah, di tengah pandemi covid-19.
Salah satu bentuk dorongan dari Pemkab yakni, mengoptimalkan program yang ada seperti untuk memberikan bantuan di sektor peternakan, agar tetap produktif memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Kubar.
“Kami apresiasi Dinas Pertanian (Distan) Kubar yang sudah mendistribusikan bantuan ternak ini kepada kelompok tani berupa, sapi, kambing, unggas, ayam dan babi,”kata Pjs Bupati Kubar M Syirajudin, pada penyerahan bantuan ternak kepada kelompok tani wilayah Kubar, secara simbolis, di Kantor Distan Kubar.
Ini adalah titipan atau amanah, menelaah dari potensi dan kapasitas masyarakat dipilih dan dipercaya mendapatkan ternak ini dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan membangkitkan ekonomi melalui peningkatan produksi usaha mata pencaharian ternak dalam pemenuhan kebutuhan pangan khususnya, di 16 kecamatan wilayah Kubar.
Sebagai pembanding kabupaten se-Kaltim, belum tentu bantuan yang diberikan sebanyak ini. Luar biasa Pemkab Kubar memperhatikan dan ikut hadir mensejahterakan para petani, khususnya mata pencahariannya di bidang peternakan.
Kalau sudah diberikan kepercayaan, jangan sampai bermalas-malasan. Diharapkan selalu berkoordinasi dan mengikuti arahan dari PPL, sehingga tidak sia-sia. “Semoga ini bisa berkembang biak,”ucapnya.
Pemerintah menstimuli, agar bapak dan ibu yang diberi kepercayaan ini bisa mengembangkan ternak-ternak ini. “Kalau bisa kedepan, bisa menjadi salah satu kegiatan unggulan Kubar,”harapnya.
Kepala Distan Kubar Petrus menambahkan pelaksanaan pengadaan ternak yang akan diberikan ini, semuanya bersumber dana APBD murni dan APBD Perubahan.
Adapun pengadaan ternak terdiri, unggas 500 ekor untuk dua kelompok tani dari Kecamatan Barong Tongkok dan Damai. Kerbau 25 ekor, untuk empat kelompok tani di empat kampung dan empat kecamatan. Kambing 194 ekor, untuk 15 kelompok tani yang tersebar di 14 kampung dan 9 kecamatan.
Lalu, pengadaan ternak Babi 398 ekor. Terdiri, 20 ekor APBD Murni dan 374 ekor APBD-P. Untuk 30 kelompok tani tersebar di 28 kampung dan 11 kecamatan. Sapi 8 ekor, di Kampung Gemuruh Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB) dan 50 boks anak ayam untuk satu kelompok tani di kecamatan MMB.
Kemudian, pengembangan pakan ternak seluas 6 hektare, di kecamatan Melak. Kegiatan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus SIWAB) target inseminasi buatan (IB) sekitar 415 ekor dan terealisasi sampai November 2020, sekitar 368 ekor. “Pemeriksaaan kebuntingan sekitar 291 ekor dan realisasi sekitar 236 ekor,”tuturnya.
Berikutnya, untuk kelahiran dari target 1.120 ekor dan realisasi sekitar 362 ekor sapi. Kami ada kegiatan penyelamatan betina produktif dan penjantan unggul, sebanyak 50 ekor, di 9 kampung dan tiga kecamatan. Harapannya tidak ada yang menjual. “Kalau ada yang menjual, kita berikan insentif supaya jangan dijual,”ujarnya.
Terakhir, vaksinisasi rabies sebanyak 6.905 dosis dan vaksin jembrana 300 dosis dan pengobatan ternak sekitar 3.349 dosis,”jelasnya. (hms6)