Pembentukan --- Ketua GPMB Kaltim H Syafruddin Pernyata Menyerahkan Buku Kepada Sekretaris Kabupaten Ayonius Dalam Acara Rapat Koordinasi Dan Advokasi Pembentukan Pengurus GPMB.
SENDAWAR – Dalam upaya meningkat minat baca masyarakat Kutai Barat, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kubar bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim melakukan Rapat Koordinasi dan Advokasi Pembentukan Pengurus Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) yang dilaksanakan di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat Kantor Bupati, Jumat (26/3).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim Drs H Elto M Si menuturkan, untuk meningkatkan minat baca masyarakat sejak dini, oleh sebab itu masyarakat sejak dini harus terlatih dan terbiasa membaca, dimana suatu daerah bisa berkembang dan berkompetisi jika memiliki SDM yang memiliki minat baca yang tinggi. Turut hadir Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kubar, Ketua GPMB Provinsi Kaltim dan jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim.
Lebih lanjut H Elto menuturkan, minat baca masyarakat indonesia masih sangat rendah. Sesuai hasil survei indek membaca dibandingkan negara-negara lainnya yang dikeluarkan unesco. Jika kita tidak bisa mengantisipasi terkait minat baca, maka kita tidak bisa berharap banyak terhadap kualitas SDM yang tinggi, oleh sebab itu pemerintah perlu melakukan pembinaan dan pengembangan minat baca masyarakat. Pembinaan dan pengembangan minat baca merupakan amanat UU Perpustakaan nomor 43 tahun 2007 pasal 48, dan pemerintah daerah Provinsi Kaltim juga sudah menindak lanjuti dengan menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Kaltim untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
H Elto berpesan agar pengurus GPMB Provinsi memaksimalkan koordinasi di seluruh jajaran kearsipan di seluruh kabupaten kota se Kaltim khususnya di Kubar untuk mempercepat proses pembentukan GPMB Kubar. Saat ini di Kaltim sudah melakukan pembentukan GPMB di enam Kabupaten Kota, dan diharapkan tahun 2021 semua kabupaten kota se Kaltim sudah terbentuk GPMB.
Selanjutnya berharap GPMB Kubar dapat merumuskan program atau kegiatan pembudayaan gemar membaca, dengan program Dinas Arsip dan Perpustakaan Kubar. Oleh sebab itu melalui GPMB sebagai mitra diharapkan bisa membantu tugas-tugas agar bisa lebih cepat melakukan pembinaan dan pengembangan minat baca di daerah.
Pengurus GPMB Kubar juga diharapkan bisa proaktif melakukan terobosan melalui perluasan informasi di semua sektor, GPMB hadir sebagai mitra pemerintah untuk mengkampanyekan program berkelanjutan kegemaran membaca di masyarakat.
Selanjutnya dalam sambutan tertulis Bupati FX Yapan SH yang dibacakan oleh Sekretaris Kabupaten Ayonius S Pd MM ketika membuka Rapat Koordinasi dan Advokasi Pembentukan Pengurus GPMB menuturkan, pencanangan Pemberdayaan Perpustakaan di Masyarakat tanggal 17 Mei 2006 lalu, menjadikan upaya membangun budaya masyarakat gemar membaca, memantapkan jati diri dan meningkatkan daya saing bangsa dengan pemberdayaan perpustakaan. Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat.
Bupati menambahkan, kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi semua orang. Banyak hal yang dapat diperoleh dalam kehidupan, jika seseorang rajin membaca. Di dunia pendidikan, menjadikan kegiatan membaca salah satu kebiasaan siswa merupakan harapan bagi semua orang tua dan tenaga pengajar di sekolah. Pembinaan kegiatan membaca ini, tidak lepas dari adanya minat yang besar dari dalam diri siswa untuk mau melakukannya serta pembelajaran bahasa Indonesia yang dikelola dengan baik oleh guru di sekolah. Membaca yang pada hakikatnya termasuk kajian bahasa Indonesia dan dijadikan salah satu materi pengajaran yang penting, diharapkan mampu membangkitkan minat siswa dalam membaca.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berpesan melalui kegiatan ini dapat berjalan dengan baik serta agar kepengurusan GPMB segera terbentuk di Kabupaten Kutai Barat agar pemerintah terbantu dengan adanya organisasi tersebut untuk meningkatkan minat baca dalam masyarakat terutama pada anak usia pendidikan.
Minat baca yang masih minim di kalangan masyarakat merupakan suatu dorongan bagi Pemerintah Daerah dalam mengembangkan literasi. Kurangnya minat baca masyarakat merupakan suatu masalah yang harus segera ditemukan solusinya karena dapat mempengaruhi perkembangan daerah terutama pada kualitas SDM.
Selanjutnya, Bupati mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan Provinsi Kalimantan Timur yang telah berkenan hadir pada kegiatan ini. Saya sungguh mengharapkan kegiatan ini dapat berjalan baik dan akan terus dapat menjaga koordinasi serta komunikasi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi terkhusus dalam upaya peningkatan minat baca masyarakat.(hms10)