TINGKATKAN : Wabup Kubar Edyanto Arkan (tiga kiri) bersama Distan dan masyarakat melihat kualitas karet yang dihasilkan petani karet, di Kampung Juhan Asa Kecamatan Barong Tongkok, pada 2019 silam sebelum pandemi covid-19.
SENDAWAR-Pemerintah kampung dan Badan Usaha Milik Kampung (Bumka) di Kutai Barat (Kubar) diminta agar tidak vakum terhadap ide-ide yang bisa menjadi peluang pendapatan asli kampung itu sendiri.
“Mereka diminta berinovasi mencari produk-produk unggulan di kampung tersebut, sehingga bisa menjadi usaha bagi Bumka itu sendiri,”kata Wabup Kubar Edyanto Arkan, di kantornya, belum lama ini.
Peluang usaha yang ada di kampung harus digali. Perlu juga dilakukannya kerjasama Bumka, baik dalam hal sharing pendapat dan bahkan penganggaran produk-produk yang akan dijadikan sektor usaha unggulan Bumka itu sendiri.
Misalnya, berperan menampung hasil karet dari masyarakatnya dan usaha lainnya, di masing-masing kampung. Untuk karet ini, memang Bumka di kampung ada yang mendukungnya. Tetapi belum maksimal dalam menjembati usaha karet itu. Diharapkan, Bumka bisa lebih berperan. Artinya, menampung hasil karet masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada PT Davco Sendawar Industri (DSI), di Kampung Rejo Basuki Kecamatan Barong Tongkok maupun di Pabrik Karet PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC), di Kecamatan Palaran Samarinda Seberang.
“Kita tahu bahwa keperluan karetnya PT DSI, sekitar 900 ton satu bulan. Sekarang ini baru terpenuhi sekitar 300 ton,”terangnya. (hms6)