Yudisium –Sekretaris Kabupaten Yonius Menyematkan Selempang Dan Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Mahasiswa Berprestasi.
SENDAWAR – Para Perawat harus memiliki kompetensi. Tindakan cerdas yang memerlukan kolaborasi antara ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga betul-betul terjamin mutu kompetensi ketika terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut dikatakan Bupati FX Yapan SH dalam sambutannya pada acara yudisium 56 peserta program Profesi Ners tahapan sarjana terapan keperawatan kelas alih jenjang samarinda Lokus Kubar tahun ajaran 2021/2022 yang dilaksanakan di Balai Agung Tulur Aji jejangkat kantor Bupati, Jumat (15/7).
Dalam Sambutan Bupati FX Yapan SH yang dibacakan Sekretaris Kabupaten Ayonius S Pd MM mengharapkan momentum yudisium para perawat bisa menjadi booster guna tersedianya sumber daya manusia Kutai Barat yang berkualitas dan berdaya saing serta mampu menjawab tantangan dimasa depan terlebih khusus terkait peningkatan derajat kesehatan. Turut hadir Wakil Direktur 1 Poltekkes keMenkes Kaltim Joko Sapto Pramono, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD HIS, RSUD Pratama dan Ketua PPNI Kubar.
“Hari ini merupakan hari yang membanggakan bagi kita semua, karena satu tahap jenjang Pendidikan menuju kelulusan berhasil dilaksanakan oleh para Perawat di Kubar dari pendidikan Poltekkes Kaltim melalui MoU kerjasama kubar dibawah organisasi profesi PPNI dengan Poltekkes Kemenkes Kaltim. Tentu saja keberhasilan ini patut disyukuri oleh semua pihak, dengan harapan 56 peserta yudisium lokus Kubar kelak dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan profesionalitas mereka dalam upaya suksesnya pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” harap Bupati.
Secara khusus Bupati berpesan dan berharap, kepada seluruh perawat dengan memedomani UU Nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dan UU nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan, program Sarjana Terapan Keperawatan (STR) ini merupakan pendidikan yang begitu penting bagi proses peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Kutai Barat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hingga saat ini jumlah Perawat di Kutai Barat Lulusan SPK sebanyak 1 orang, Lulusan D3 sebanyak 739 dan Lulusan S1 dengan Profesi Ners sebanyak 110 Orang yang tersebar baik di RSUD dan Puskesmas. Jika mencermati data diatas tentu saja berbanding terbalik antara Perawat D3 dan S1 Profesi Ners.
Hal tersebut tentu menjadi fokus dan PR kita bersama bahwa kedepannya semua Perawat akan diwajibkan untuk ke tahap sarjana dan mengambil profesi ners sebab walaupun telah sarjana tetapi tidak melanjutkan profesi ners, maka legalitasnya dalam memberikan pelayanan keperawatan tetap dihitung sebagai vokasi (D3). Besar harapan saya para Perawat nantinya dapat mengambil gelar profesinya karena ini tentu sejalan dengan salah satu misi dalam pemerintahan periode kedua saya bersama Bapak Edyanto Arkan yaitu Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas Melalui Pendidikan dan Pelatihan yang Didukung Optimalisasi Pelayanan Kesehatan.
“SDM Kesehatan/Perawat yang berkualitas akan terwujud bila adanya dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Oleh sebab itu harapan saya kedepannya akan terus terjalin kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Kaltim dan Pemkab Kutai Barat dalam meningkatkan kualitas SDM Kesehatan Kabupaten Kutai Barat ini. Mari bersama kita tingkatkan sinergitas kita untuk mensukseskan harapan tersebut. Sebab secara tidak langsung melalui ketersediaan SDM tenaga kesehatan yang berkualitas akan mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan manusia Kutai Barat,” tutup Bupati.(KP10)