Sosialisasi Karhutla: Cegah bencana Alam dan Karhutla

  • Jumat, 06 Maret 2020 - 10:57:59 WIB
  • Administrator
Sosialisasi Karhutla: Cegah bencana Alam dan Karhutla

SENDAWAR – Cegah bencana Alam dan Karhutla. Polres Kubar, Kodim 0912 Kubar bersama Pemkab Kubar dan Pemkab Mahulu melakukan rapat koordinasi kesiapan dan antisipasi bencana alam dan karhutla di wilayah Kubar dan Mahulu, yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Porles Kubar, Kamis (5/3).

Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan SE menuturkan, kegiatan ini untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam yang terjadi tahun 2020 di Kubar dan Mahulu. Oleh karenanya, perlu mempelajari kejadian di tahun 2019; itu akan menjadi evaluasi ditahun 2020 sehingga bisa melakukan mitigasi kemungkinan bencana yang akan muncul yakni Karhutla dan bencana alam.

Turut hadir Dandim 0912 Kubar, Kapolres Kubar dan jajarannya, Kepala Dinas Ketahanan pangan Kabupaten Mahulu, Kepala DP di lingkungan Pemkab Kubar, serta para Camat.

“Berdasarkan pengalaman penanggulangan kebakaran hutan tidak mudah, dan dengan segala keterbatasan. Untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan 2020, pencegahan dengan menggerakkan seluruh potensi dari tingkat kabupaten hingga kampung harus kita lakukan,” terang Wabup.

Secara khusus Pemkab Kubar mengapresiasi langkah dan upaya yang dialukan BPBD, TNI dan Polri di semua tingkatan dari kabupaten hingga kecamatan serta perusahaan, berdasarkan hasil pantauan kegiatan yang dilaksanakan melebihi dari tugas yang diberikan.

“Kita sudah melihat semangat sangat besar dalam menangani Karhutla, namun kita masih terkendala oleh prasarana pendukung dan sumber air untuk melakukan pemadaman, karena sumber air sangat jauh. Dan sumber air menjadi kendala utama dalam pemadaman kebakaran. Oleh sebab itu setelah kita melakukan mitigasi bencana, kita mulai menyusun rencana penanganan kebakaran maupun mencegah kebakaran,”  tegas Wabup.

Setelah rencana tersusun, perlu disosialiasikan di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan dan kampung.

“Dengan pengalaman yang ada saya yakin personil yang ada di Kubar sudah memiliki pengalaman dalam mencegah dan menangani kebakaran. Dan yang tidak kalah pentingnya kita perlu tingkatkan serta kembangkan kepedulian masyarakat, untuk mencegah dan menangani karhutla,” papar Wabup.

Pencegahan kebakaran bisa dilakukan masyarakat dengan cara membuat sekat bakar, melakukan penjagaan dengan penjagaan dengan jumlah yang cukup dan melakukan pelaporan. Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat secara baik dan juga menumbuhkan kearifan lokal yakni bergotong royong dalam melakukan pencegahan tersebut.

Dahulu tidak banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan karena, masyarakat kita patuh dengan kearifan lokal yang ada. Contoh, ketika membakar ladang dilakukan gotong royong untuk penjagaan. Yang terjadi kearifan seperti ini yang sudah mulai ditinggalkan, sehingga banyak terjadi kebakaran. Dahulu juga selain diatur secara teknis dalam Undang-Undang tetapi penduduk juga masih berpegang teguh pada kearifan lokal.

Saat ini masyarakat masih bisa melakukan pembakaran lahan, namun harus mengikuti tata cara yang harus dipenuhi, serta melaporkan kepada aparat untuk mendapatkan pengarahan; jika dimusim kemarau dan curah hujan sedikit maka proses pembakaran lahan agar ditunda. Yang boleh bila curah hujan cukup banyak, curah hujan kurang maka proses pembakaran lahan tidak bisa dilakukan. Inilah yang harus selalu diingat warga masyarakat.

Selain itu pula perlu kita melakukan simulasi dengan mengedepankan perusahaan-perusahaan dan masyarakat yang ada. BPBD memiliki peralatan yang lengkap serta tenaga yang sudah dilatih. Dengan demikian kita bisa mengubah perilaku masyarakat sehingga tidak lagi membakar lahan, dengan cara penyuluhan terpadu dan terintegrasi terkait pemahaman dan peningkatan kapasitas dalam mengelola hutan dan lahan. Juga mengembangkan potensi ekonomi dengan cara mengolah hasil produksi hutan dan lahan jadi bernilai ekonomis tinggi. (hms10-hkd)

  • Jumat, 06 Maret 2020 - 10:57:59 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya