Peresmian Jembatan Sari Jaya Di Kampung Jambuk.

  • Senin, 14 September 2020 - 23:49:12 WIB
  • Administrator
Peresmian Jembatan Sari Jaya Di Kampung Jambuk.

Peresmian – Bupati FX Yapan, Didampingi Sekretaris Kabupaten Kutai Barat Ayonius, Wakil Ketua DPRD, Asisten I Menandatangani Prasasti Tanda Diresmikan Kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Di 16 Kampung Dalam Wilayah Kecamatan Bongan.

SENDAWAR – Petinggi, BPK, Kepala Adat harus bersinergi serta harus memiliki komunikasi yang baik sebagai kunci suksesnya pembangunan. Oleh sebab itu di dalam membangun petinggi harus memiliki data yang akurat, karena dengan data yang akurat petinggi bisa mengusulkan apa yang menjadi prioritas yang harus dibangun di kampung tersebut. Hal tersebut dikatakan Bupati FX Yapan SH dalam Peresmian Padat Karya Tunai Desa (PKTD) 16 Kampung Dalam Wilayah Kecamatan Bongan yang dilaksanakan di kampung Pering Talik Kecamatan Bongan, Minggu (13/9).

Lebih lanjut Bupati FX Yapan SH menuturkan, sejak dilantik menjadi Bupati dirinya bersama Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE, telah merumuskan program pembangunan di Kubar yang prioritas dan super prioritas. “Dimasa kepemimpinannya pembangunan dimulai dari pinggiran, selain itu pula untuk memeratakan pembangunan Dana Desa di tingkat,” terang Bupati. Turut hadir Sekretaris Kabupaten Kutai Barat Ayonius S Pd MM Wakil Ketua DPRD dan Asisten I, Inspektur Inspektorat, serta para Kepala PD dilingkungan Pemkab Kubar dan  Camat Bongan, para petinggi, kelapa Adat dan tokoh masyarakat.

 “Tidak mungkin semua pembangunan di kampung-kampung bisa dijangkau langsung oleh Pemerintah Kabupaten, oleh sebab itu Pemkab Kubar dimasa kepemimpinan saya menaikan anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK) yang semula Rp 150 juta menjadi rata-rata paling kecil Rp 800 juta bahkan untuk kampung penduduknya banyak dana diberikan mencapai Rp 1 Miliar setiap kampung, ditambah lagi Dana Desa. Dengan dana tersebut tentu untuk percepatan pembangunan, supaya dana tersebut bisa diatur/kelola oleh kampung itu sendiri dengan tranfaran, terbuka dengan masyarakat. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan di kampung tersebut yang diutamakan,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, merujuk pada sinergitas pembangunan yang dimaksud, pada masa Pemerintahan saya bersama  Bapak Haji Edyanto Arkan turut merancang pembangunan di 190 Kampung dengan menaikan Anggaran Dasar Kampung dan Gaji Aparaturnya. Dimana aparat kampung merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah kabupaten. “Jadi tidak ada alasan kepala kampung tidak semangat dalam membangun kampung, untuk mengurus kampung perlu diberi semangat yakni dengan dinaikkan honor, namun walaupun sudah dinaikan honor masih ada kepala kampung yang belum semangat,” kata Bupati.

Description: https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif

“Bagaimana kita membangun dikampung jika tidak memiliki data, jika tidak ada data ibarat kita berjalan didalam gelap. Sekali lagi petinggi jangan berjalan dalam gelap, kedepan seluruh kepala kampung harus merubah pola dan sistem kerja, karena kita harus tahu apa yang diperlukan. Bagaimana bisa mengusulkan jika tidak memiliki data ,” tutur Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menjelaskan di dalam pembangunan tentu membutuhkan proses yang panjang dan butuh dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, maka besar harapan saya selaku Kepala Daerah bahwasannya ragam pembangunan yang dilaksanakan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi seluruh masyarakat, terutama dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain daripada itu, saya berpesan agar bersama kita menjaga fasilitas publik ini sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, serta pemakaiannya dengan penuh tanggung jawab. Beberapa bukti nyata dukungan pemerintah kabupaten terhadap pembangunan di wilayah kecamatan Bongan. Pembangunan jembatan SRI RAJA Kampung Jambuk tahun 2019 APBN (DD) Th 2019 dengan anggaran sebesar Rp 574.645.000. Pembangunan pintu gerbang Simpang penawai-Muara Kedang Sumber Dana ADK tahap 1 Tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 64.542.100. Pembangunan lamin Uwan Mantung Kutak Kampung Pereng Talik Sumber dana  DD APBN 2019 dengan besar anggaran Rp 437.875.000. Pembangunan gedung kesenian daerah Kampung Tanjung Soke Sumber Dana DD APBN 2019 dengan anggaran sebesar Rp 282.000.000

Selain itu juga pembangunan jembatan gantung Kampung Tanjung Soke Sumber dana : APBN 2017 dengan anggaran Rp 409.264.000. Pembangunan semenisasi jalan kampung resak Sumber dana : APBN 2020 dengan anggaran Rp 701.979.500. Semenisasi jalan Jambuk Makmur Sumber Dana : DD tahun 2019 dengan  anggaran Rp 522.246.400.(hms10)

 

 

  • Senin, 14 September 2020 - 23:49:12 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya